Selasa, Mei 21, 2024
BerandaDenpasarSarang Judi Slot Online di Penginapan Pondok Indah Digerebek Polisi

Sarang Judi Slot Online di Penginapan Pondok Indah Digerebek Polisi

DENPASAR, balipuspanews.com – Hotel dan tempat penginapan kian trend dijadikan sebagai sarang perjudian slot online.

Seperti yang digerebek Satuan Reskrim Polresta Denpasar di Penginapan Pondok Indah, Kuta, pada Rabu (17/8/2022). Selain mengamankan peralatan judi, Polisi mengamankan 9 orang sebagai operator judi tersebut.

Menurut Kapolresta Denpasar Kombes Bambang Yugo Pamungkas, pengerebekan judi slot online itu berlangsung pada Rabu (17/8/2022) sore hari. Aktifitas judi yang berada di Penginapan Pondok Indah, Kuta terbongkar oleh Tim Opsnal Unit V Satreskrim Polresta Denpasar.

Dari pengerebekan itu ditemukan dalam kamar nomor C1 dan C5 lantai 3 perangkat elektronik berupa 16 unit monitor PC, 8 unit PC, 5 serta laptop, 2 unit router WiFi, 12 unit HP Smartphone dan 8 unit HP merk nokia.

“Sarang perjudian slot online ini berlangsung di Penginapan Pondok Indah,” bebernya.

Di lokasi, Polisi mengamankan 9 orang yang diduga sebagai penyedia jasa permainan judi online jenis judi slot pada situs www.ptwd4d.com dan www.pt98bet.net.

Para tersangka memiliki peran masing-masing. Dimana 3 orang sebagai marketing bertugas untuk memasarkan atau mengiklankan situs judi online. Lima orang berperan sebagai operator bertugas untuk membantu member melakukan pengisian saldo (deposit). Kemudian ada juga berperan penarikan saldo (withdraw) pada situs judi.

BACA :  Seminar Blue Economy Serangkaian WWF, Pj Gubernur Paparkan Potensi Kelautan Bali

“Satu orang sebagai bendahara bertugas membayarkan gaji karyawan judi online,” beber Kombes Bambang.

Perwira melati tiga dipundak ini mengatakan para pelaku dijerat Pasal 45 Ayat (2) Jo pasal 27 Ayat (2) Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 19 Tahun 2016 tentang perubahan atas Undang-Undang Nomor 11 Tahun 2008 Tentang Informasi Dan Transaksi Elektronik Jo Pasal 55 KUHP.

“Diancam dengan pidana penjara paling lama 6 tahun dan denda paling banyak Rp 1 miliar pungkasnya,” pungkasnya.

Penulis : Kontributor Denpasar 

Editor : Oka Suryawan 

RELATED ARTICLES

ADS

- Advertisment -
- Advertisment -
TS Poll - Loading poll ...

Most Popular