Polisi bersama tim Dinas Kesehatan Buleleng didampingi Puskesmas Sawan I turun melakukan penyelidikan di Banjar Dinas Lebah, Desa Suwug,
sewa motor matic murah dibali

SAWAN, balipuspanews.com – Polisi bersama tim Dinas Kesehatan Buleleng didampingi Puskesmas Sawan I turun melakukan penyelidikan di Banjar Dinas Lebah, Desa Suwug, Kecamatan Sawan, Kabupaten Buleleng. Tim turun pasca Komang Angelique Cyntia Murti (13) meninggal diduga keracunan. Namun, polisi kini kesulitan melakukan pemeriksaan sampel, lantaran makanan berupa sate, lawar dan kuah sudah basi, bahkan berpotensi menunjukkan hasil uji yang berbeda.

Tak sampai disitu, tim juga sempat mengecek ke warung tempat membeli makanan. Hasil keterangan pemilik warung, menunjukkan tak ada hal-hal yang mencurigkan. Sebab, selain orang tua korban, saat itu ada pula beberapa warga lainnya yang membeli makanan di warung yang sama.

Seijin Kapolres Buleleng, Kapolsek Sawan Iptu Gusti Kade Alit Murdiasa mengatakan, sampai saat ini polisi masih belum bisa memastikan penyebab pasti kematian korban. Meski ada indikasi peristiwa keracunan, faktanya tak ada korban lain yang juga mengalami keracunan.

Imbuh dia, polisi sebenarnya berencana menguji sampel makanan yang sudah diamankan, ke Laboratorium Kesehatan Masyarakat Dinkes Bali. Hanya saja kualitas sampel makanan yang diamankan sudah sangat buruk. Tak menutup kemungkinan hasil pengujian menjadi tidak valid.

“Makanan masih kami amankan. Tapi kondisinya sudah tidak seperti di awal. Penjelasan dari petugas kesehatan sih, kalau dipaksa diuji ada potensi toksin-toksin lainnya yang muncul. Sehingga hasilnya jadi tidak valid. Kami akan upayakan koordinasi lebih lanjut dulu,” ungkap Kapolsek Alit, Kamis (10/10).

Apakah polisi akan melanjutkan penyelidikan?

Kapolsek Alit menyatakan polisi masih harus melakukan koordinasi lebih lanjut. Pasalnya, pihak keluarga sendiri menolak mengotopsi jenazah korban. Selain itu, keluarga juga menolak melapor ke kepolisian. Namun, keluarga justru menyerahkan selembar surat pernyataan yang isinya menerima kepergian korban.

“Selain ayah korban (Ketut Budiartawan), ada juga pembeli lainnya. Tapi pembeli yang lain ini tidak ada yang mengeluh atau mengalami kejadian seperti yang dialami korban (keracunan),” pungkasnya.