Rabu, April 17, 2024
BerandaJembranaSatnarkoba Polres Jembrana Tangkap Dua Residivis dan ABK

Satnarkoba Polres Jembrana Tangkap Dua Residivis dan ABK

JEMBRANA, balipuspanews.com– Meski sudah pernah meringkuk di penjara, namun tidak membuat MN, 30, dan IKA, 44, jera. Mereka justru kembali melakukan tindak pidana dengan mengedarkan narkoba jenis sabu-sabu.

Kapolres Jembrana, AKBP Endang Tri Purwanto, Senin (26/2/2024) menyampaikan, MN, ibu rumah tangga (IRT) warga Desa Pengambengan, Kecamatan Negara, ditangkap setelah ada informasi dari masyarakat kepada anggota Sat Reskrim Polres Jembrana yang sedang melaksanakan patroli di Jalan Desa Tegal Badeng Timur, Kecamatan Negara, kalau melihat seseorang yang mencurigakan diduga akan melakukan transaksi narkoba.

Informasi tersebut diteruskan ke Satnarkoba Polres Jembrana, dan Kasat Satresnarkoba Polres Jembrana, AKP I Gede Alit Darmana memerintahkan anggota opsnal Satnarkoba Polres Jembrana untuk menindak lanjuti informasi tersebut.

“Pada saat anggota opsnal Sat Resnarkoba mendekati lokasi tempat yang diinformasikan, sekira melihat ada seseorang wanita bersama anaknya melintas menggunakan Sepeda motor Honda warna putih DK 5437 ZQ dengan gerak gerik mencurigakan,” ujarnya.

Sepeda motor tersebut,langsung diberhentikan dan pengendaranya yang seorang wanita bersama anaknya diamankan. Ternyata wanita itu adalah merupakan residivis narkoba, MN dengan tindak pidana narkoba yang pada saat itu sedang membonceng anaknya VA.

“Setelah di interogasi dia mengakui telah mengambil paket klip yang berisi kristal bening yang diduga narkotika jenis sabu yang disuruh oleh suami sirinya berinisial Ardi,”jelasnya.

BACA :  Tabrak Truk yang Sedang Parkir, Pemotor Suzuki Tewas Kecelakaan

Pada saat dilakukan pemeriksaan di dashboard sepeda motor ditemukan bekas pembungkus rokok Marlboro warna merah yang didalamnya berisi sebuah plastik klip yang berisi kristal bening yang diduga narkotika jenis sabu dengan berat bruto 6,18 gram atau berat Netto 4,43 gram
yang dibungkus menggunakan potongan tisu.

“Saat dirumahnya di Desa Pengambengan, didatangi suami siri MN tidak ditemukan, diduga telah melarikan diri,”tuturnya.

Tersangka dijerat Pasal 132 ayat (1) atau 112 ayat (1) UU RI Nomor 35 Tahun 2009 tentang Narkotika dengan ancaman hukuman penjara paling singkat 4 tahun dan paling lama 12 tahun penjara.

“Tersangka MN dan suami sirinya Shd,
sudah pernah dihukum dalam tindak pidana narkotika,” ungkapnya.

Sementara itu residivis IKA alias Bajil, ditangkap saat mengendarai sepeda motor Honda Vario Warna hitam DK 2341 ZW melintas di jalan Bima Banjar Baluk II, Desa Baluk, Kecamatan Negara.

Saat dilakukan penggeledahan ditemukan bekas bungkus rokok In Mild didalamnya berisi 1 buah plastik klip yang berisi kristal bening yang diduga narkotika jenis sabu yang terbungkus dengan bungkus makanan ringan.

Sedangkan dari penggeledahan dirumahnya, di Kelurahan Lelateng, Kecamatan Negara, dirak tempat pakan ternak, ditemukan sebuah bong, kaleng biskuit yang didalamnya berisi kotak charger handphone didalamnya terdapat kantong yang berisi plastik klip yang berisi kristal bening yang diduga narkotika jenis sabu dan lainya.

BACA :  Tim Gabungan Kelurahan Penatih Gelar Pendataan Penduduk Non Permanen, Guna Menciptakan Tertib Administrasi Kependudukan

Total sabu yang ditemukan ada dua buah plastik klip dengan berat keseluruhan 0,44 gram bruto atau 0,10 gram netto masing-masing satu buah plastik klip dengan berat bruto 0,25 gram atau berat netto 0,06 gram kode A serta satu lagi dengan berat bruto 0,19 gram atau berat netto 0,04 gram kode B.

Tersangka dipersangkakan
Pasal 112 ayat (1) atau pasal 127 ayat (1) huruf a UU RI Nomor 35 Tahun 2009 tentang narkotika dengan ancaman hukuman penjara paling singkat 4 tahun dan paling lama 12 tahun penjara atau hukuman penjara paling lama 4 tahun.

“Tersangka ini sudah pernah dihukum dalam tindak pidana penggelapan,” jelasnya.

Sedangkan tesangka AEP, 31, asal Desa/Kelurahan Ketapang, Kecamatan Kalipuro, Kabupaten Banyuwangi, ditangkap saat mengendarai sepeda motor Honda Beat warna hitam dengan DK 3746 ZR melintas di Jalan Curik, Lingkungan Jineng Agung, Kelurahan Gilimanuk.

Dari penggeledahan yang dilakukan terhadap ABK Jambo Vl itu ditemukan sebuah plastik klip yang berisi kristal bening yang diduga jenis sabu yang terbungkus dengan potongan pipet warna biru, pada saku celana boxer sebelah kanan ditemukan paket plastik klip berisi 1,5 pil warna putih (diduga pil koplo).

“Tersangka mengakui disuruh oleh saudara ADP yang masih DPO untuk mengantarkan sebuah plastik klip yang berisi kristal bening yang diduga jenis sabu kepada saudara E dengan imbalan Rp100 ribu,” terangnya.

BACA :  Tampil Lepas, Gong Kebyar Dewasa Dan Remaja Serangkaian HUT Kota Gianyar Ke-253 Pukau Ribuan Penonton

Upah itu akan diberikan setelah paket sabu itu diterima oleh E. Sebelumnya AEP sudah berhasil mengantarkan paket narkotika sebanyak tiga kali kepada E, ketiga paket narkotika jenis sabu diserahkan pada bulan Februari 2024 dan beberapa kali kepada orang lain yang dia tidak kenal atas perintah ADP dengan upah bervariasi.

Saat ADP digrebeg ditempat tinggalnya di Desa Gladag, Kecamatab Rogojampi, Banyuwangi, tidak berada dirumah dan menurut penjelasan orang tuanya bahwa sejak hari Rabu tanggal 21 Februari 2024 belum pulang kerumah sehingga tidak diketahui keberadaanya sampai saat ini.

Barang bukti sabu yang diamankan satu plastik klip dengan berat 0,50 gram bruto atau berat 0,37 gram netto dan satu aket plastik klip berisi pil warna putih (diduga pil koplo).

Tersangka dijerat Pasal 132 ayat (1) Jo Pasal 114 Ayat (1) atau Pasal 112 ayat (1) UURI No. 35 Tahun 2009 Tentang narkotika dengan ancaman hukuman penjara paling singkat 4 tahun dan paling lama 12 tahun penjara atau hukuman penjara paling singkat 5 tahun dan paling lama 20 tahun penjara.

“Tersangka belum pernah dihukum. Dia disuruh oleh ADP yang merupakan teman kerja sebagai ABK Kapal Jambo VI,”pungkasnya.

Penulis: Anom
Editor: Oka Suryawan

RELATED ARTICLES

ADS

- Advertisment -
- Advertisment -
TS Poll - Loading poll ...

Most Popular