Satpol PP Denpasar Tertibkan 5 Orang Pengamen dan Pengasong, Ada yang Masih Dibawah Umur

Satpol PP Kota Denpasar saat mengamankan pengamen dan pengasong yang berada di Jalan Teuku Umar Denpasar, Selasa (4/8/2020).
Satpol PP Kota Denpasar saat mengamankan pengamen dan pengasong yang berada di Jalan Teuku Umar Denpasar, Selasa (4/8/2020).

DENPASAR, balipuspanews.com – Hari ini, Selasa (4/8/2020), Satpol PP Kota Denpasar tertibkan 5 orang pengamen dan pengasong di Jalan Tengku Umar Denpasar.

Penertiban ini dilakukan karena mereka melanggar Perda No 1 tahun 2015 tentang ketertiban umum.

Demikian yang disampaikan Kasatpol PP Kota Denpasar I Dewa Gede Anom Sayoga saat dihubungi, Selasa (4/8/2020).

Sayoga mengatakan setelah ditertibkan pihaknya langsung mengantar anak-anak tersebut ke rumahnya masing masing.

Berdasarkan hasil penyelidikan yang dilakukan, ternyata anak-anak tersebut telah beberapa kali diamankan Satpol PP Kota Denpasar namun tetap mengulangi kesalahannya.

Diketahui anak-anak tersebut ternyata bukan warga asli Kota Denpasar, bahkan mereka menjadi pengamen dan pengasong karena dipaksa orang tuanya untuk menambah pendapatan.

Mengingat mereka masih dibawah umur untuk tindakan selanjutnya, pihaknya bekerjasama dengan TP2TP2A (Tim Pusat Pelayanan Terpadu Pemberdayaan Perempuan dan Anak) Kota Denpasar untuk dikoordinasi dengan Yayasan Lentera Anak Bali.

Dengan demikian mereka akan mendapat pendidikan di Sekolah Pasar yang ada di Pasar Badung.

Sedangkan untuk anak yang mengamen pihaknya berkoordinasi dengan Dinas Sosial Kota Denpasar agar diberikan pembinaan.

“Kami selaku Satpol PP bertugas untuk menertibkan. Tindakan selanjutnya kami serahkan ke TP2TP2A dan Dinas Sosial agar dikoordinasikan kepada keluarganya,” ujar Sayoga.

Seharusnya, menurut Sayoga, tugas mereka hanya belajar dan bermain mengingat usia mereka yang masih dibawah umur, bukan justru dipaksa bekerja untuk menambah pendapatan.

Dengan demikian saat mengantar anak anak tersebut ke rumahnya pihaknya mengingatkan kepada orang tuanya agar tidak menyuruh mereka menjadi pengasong atau mengamen lagi.

“Dan kepada para pengamen, jika mereka ditemukan lagi mengamen pihaknya tidak segan-segan untuk mengembalikan ke daerah asalnya,” cetusnya.

Penulis : Ni Kadek Rika Riyanti

Editor : Oka Suryawan