Minggu, Oktober 25, 2020
Beranda Bali Denpasar Satpol PP Denpasar Tipiringkan Pelanggar Perda, Pelanggar Dikenakan Denda Rp. 200 Ribu

Satpol PP Denpasar Tipiringkan Pelanggar Perda, Pelanggar Dikenakan Denda Rp. 200 Ribu

DENPASAR, balipuspanews.com – Hari ini, Jumat (7/8/2020), Satpol PP Kota Denpasar menggelar sidang Tindak Pidana Ringan (Tipiring) di Pengadilan Negeri Denpasar terhadap para pelanggar Perda Ketertiban Umum.

Sidang Tipiring yang dipimpin
Hakim Gede Putra Astawa. SH., MH  didampingi Panitera Ni Putu Laria Dewi. SH menjatuhkan hukuman denda sebesar Rp 200 ribu kepada 2 orang Pedagang Kaki Lima (PKL) yang melanggar Perda Ketertiban Umum karena berjualan di trafic light perempatan Jalan Gunung Agung dan Jl. Mahendra Data.

Demikian yang disampikan Kasatpol PP Kota Denpasar Dewa Gede Anom Sayoga saat ditemui usai persidangan.

Pihaknya menyampaikan, dalam menghadapi situasi pandemi Covid-19 pelaksanaan Sidang Tipiring ini tetap harus dilaksanakan kepada pelanggar Perda.

Sebagai upaya atau untuk memberikan efek jera kepada pelanggar dan menciptakan ketertiban di Kota Denpasar.

Menurut Sayoga, ditengah pandemi Covid-19 masyarakat selain mematuhi protokol kesehatan juga tetap mematuhi Perda yang telah ditetapkan. Dengan demikian Kota Denpasar tetap aman, nyaman dan bersih.

Pihaknya menyadari, banyak masyarakat yang mengalami kesusahan karena kehilangan pekerjaan, namun bukan berarti mereka bebas berjualan dimana pun yang diinginkan.

Karena Pemerintah Kota Denpasar telah menyediakan tempat atau lapak untuk masyarakat yang ingin berjualan di pasar pasar rakyat.

“Bagi yang ingin berjualan jangan sembarangan karena Pemerintah Kota Denpasar telah menyediakan tempat,” ujar Sayoga.

Adapun sidang tipiring bagi pelanggar perda akan terus dilakukan sampai masyarakat paham akan pentingnya taat aturan, sekaligus memberikan efek jera dan sebagai wahana sosialisasi perda bagi masyarakat.

“Dengan demikian, saya berharap agar masyarakat terus mematuhi peraturan yang ada,” katanya.

Sementara itu, salah satu pelanggar M.Yunus meminta maaf karena berjualan di tempat yang tidak seharusnya.

Ia berjanji tidak akan membuat kesalahan lagi.

“Ini sebagai pengalaman saya, saya minta maaf dan tidak akan melanggar lagi,” ucapnya.

Penulis : Ni Kadek Rika Riyanti

Editor : Oka Suryawan

- Advertisement -

Warga Temukan Orok di Parit Areal Jogging Track Sanur Kauh

SANUR, balipuspanews.com - Penemuan orok membusuk berlangsung di pinggir parit areal jongging track di Jalan Prapat Baris, Sanur Kauh, Denpasar Selatan, Jumat (23/10/2020) sekitar...

Tak Hiraukan Teguran, Pabrik Penyulingan Daun Cengkeh Akhirnya Ditutup Paksa

Sebuah tempat usaha penyulingan daun cengkeh yang berada di Desa Padangbulia, Kecamatan Sukasada ditutup paksa oleh tim Satpol PP Kabupaten Buleleng. Hal itu dilakukan sebab pemilik tempat tidak menghiaraukan teguran petugas, sehingga Pol PP lalu bertindak tegas menutup paksa usaha penyulingan daun cengkeh yang beroperasi dan dianggap menimbulkan polusi udara.
Member of