SDN 3 Sulahan Dinilai Tim Lomba LSS Tingkat Provinsi Bali

- Advertisement -
- Advertisement -

BANGLI, balipuspanews.com – Sebagai duta Kabupaten Bangli dalam Lomba Sekolah Sehat (LSS) jenjang Sekolah Dasar  tahun 2019, SDN 3 Sulahan, Senin (23/9) dinilai oleh tim penilai Provinsi Bali. Kedatangan tim penilai yang diketua I Nyoman Suniya Winartha, disambut langsung Kadis Pendidikan Bangli Nyoman Suteja, Kadis Kesehatan Bangli I Nengah Nadi, Kabag Kesra Bangli Jro Penyarikan Widata, Camat Susut A A. Ari Bintang Sutari, PLT Kepala SDN 3 Sulahan Ni Nengah Wardani dan keluarga besar Sekolah Dasar Negeri 3 Sulahan, Susut Bangli.

Ketua tim penilai I Nyoman Suniya Winartha mengatakan, Usaha Kesehatan Sekolah (UKS) merupakan wahana edukasi yang memiliki nilai strategis dan efektif dalam penyampaian dan penyebaran informasi kesehatan di masyarakat, melalui pemberdayaan peserta didik disekolah.

Lanjut dia, generasi berkualitas pasti dimulai dari sekolah. Ini membuktikan anak didik merupakan bagian terpenting dari komponen sekolah yang memiliki nilai strategis untuk pelaksanaan program kesehatan, karena mereka mudah dijangkau dan terorganisir dengan baik, memiliki sifat keingintahuan yang tinggi dan cenderung untuk mencoba hal baru, membuat mereka mudah untuk dimotivasi dan cepat menerima serta mengadopsi pesan kesehatan.

BACA :  Pasar Mentigi Nusa Penida Mulai Dibangun, Ditargetkan Rampung pada 2027

menurutnya, pelaksanaan penilaian LSS merupakan momentum untuk mewujudkan pendidikan kesehatan, melalui peningkatan pengetahuan, keterampilan, penanaman kebiasaan hidup sehat dan pelaksanaan pelayanan kesehatan yang lebih mengutamakan kegiatan yang bersifat promotif dan preventif.

”Melalui pelaksanaan kegiatan LSS, diharapkan banyak muncul terobosan yang kreatif dan inovastif dalam menggali serta mengoptimalkan sekolah sebagai sarana pembinaa, pengembangan serta evaluasi pelaksanaan program UKS berkarakter,” terangnya.

Sambung dia, pengembangan konsep UKS dan sekolah sehat berkarakter, merupakan sebuah kekhasan dalam mengembangkan program UKS yang mandiri, professional dan terintegrasi,  dengan berlandaskan tatanan kehidupan masyarakat Bali. Ia berharap, keberhasilan program UKS mampu menjadi influencer bagi sekolah dan masyarakat, dalam mewujudkan prilaku hidup bersih dan sehat.

Sementara, Kadis Pendidikan Bangli Nyoman Suteja pada kesempatan tersebut mengajak semua pihak khususnya warga sekolah agar menjalankan spirit trias UKS, yakni pendidikan kesehatan, pelayanan kesehatan dan pembinaan lingkungan sekolah sehat. Menurutnya, program UKS harus dilaksanakan oleh seluruh warga sekolah pada setiap jalur, jenis dan jenjang pendidikan. Mulai dari tingkat taman kanak-kanak sampai dengan SMA/K.

BACA :  Ida Betara Pura Manik Bingin Gelar Melasti dan Mendak Tirta Kamandalu di Segara Watu Klotok

Lebih lanjut disampaikan Kadis Nyoman Suteja , aspek kesehatan bagi dunia pendidikan sangatlah penting, karena bila kondisi kita tidak sehat, maka segala aktivitas akan menjadi terhambat. Begitu juga dengan anak-anak, bila kondisi kesehatan dan pisikologis mereka terjaga dengan baik, maka proses pendidikan pasti akan berjalan dengan baik. Oleh karenanya, ia meminta program UKS di Kabupaten Bangli bukan menjadi program aktivitas formalitas semata, tetapi bisa dijalankan dengan serius untuk meningkatkan kualitas kesehatan di Kabupaten Bangli.

“Saya minta program ini (UKS) bisa dijalankan dengan baik dan serius. Saya yakin, jika program ini bisa berjalan dengan baik, kualitas kesehatan masyarakat di Kabupaten Bangli akan semakin meningkat,” pungkasnya. (Rls/bpn/tim)

Follow Balipuspanews.com untuk mendapatkan informasi terkini. Klik WhatsApp Channel & Google News
RELATED ARTICLES

ADS

- Advertisment -
- Advertisment -

Most Popular