Kepala Loka POM Buleleng Made Ery Bahari Hantana menunjukan hasil pengawasan obat dan manakan di Jembrana

NEGARA,balipuspanews.com- Sarana pendistribusian pangan dan obat di Jembrana masih banyak yang tidak sesuai ketentuan.

Temuan itu merupakan hasil pengawasan Balai Pengawan Obat dan Makanan (BPOM) yang dilakukan Loka POM Buleleng yang mewilayahi Jembrana.

Menurut Kepala Loka POM Buleleng Made Ery Bahari Hantana, di Gedung PLUT Jembrana, Senin (20/1), selama tahun 2019 pengawasan yang dilakukan di Jembrana ada empat item yang menjadi fokus pengawasan yakni sarana produksi, sarana distribusi seperti salon, rumah sakit, apotek, toko dan lainnya serta intensifikasi pengawasan dan pengawasan iklan.

Dari pengawasan 84 sarana distribusi baik pangan maupun obat-obatan yang menjadi sasaran 55 di antaranya belum memenuhi ketentuan.

“Khusus untuk sarana distribusi pangan dari 24 semuanya belum sesuai ketentuan,” ujarnya.

Sementara itu dari pengawasan yang dilakukan itu pelanggaran produk kosmetik yang mendominasi. Melihat hasil itu Ery Bahari Hantana meminta agar masyarakat mewaspadai kosmetik dan jamu illegal yang dijual oleh oknum pedagang.

Tahun 2019, Loka POM Buleleng juga melakukan sejumlah penindakan terkait pelanggaran produk obat dan makanan di Jembrana.

Ada beberapa pelanggar yang dipidana yakni dua pelaku usaha yang sudah disidang masing-masing pelaku usaha yang menjual obat tidak sesuai kewenangan dan mendapat sanksi hukum denda Rp 1 juta.

Pelaku usaha menjual jamu yang sudah dilarang mengandung bahan berbahaya dan tidak terdaftar November 2019 lalu divobis denda Rp 500 ribu dan penjara 2 bulan.

”Kedepan kami akan erus melakukan pengawasan dan penindakan pelanggaran produk. Selain penindakan kami juga lakukan pembinaan,” ungkapnya.

Selain pengawasan di pedagang pihaknya juga melakukan pengawasan iklan Medsos.

“Jika ada laporan akan ditindaklanjuti. Untuk tindak lanjut kita berikan dulu pembinaan. Tetapi bukan berarti kami tidak tindak lanjuti hukum,” terangnya. (nm/bpn/tim)