Sebar Berita Hoax di Facebook, Pemilik Akun Info Singaraja Dipanggil Polisi

Advertisement
download aplikasi Balipuspanews di google Playstore

Singaraja, balipuspanews.com – Pemilik akun Info Singaraja Bali, Made Indrawan Bayu Putra (21) akhirnya berurusan dengan tim penyidik Polsek Kota Singaraja lantaran menyebarkan informasi hoax terkait tewasnya salah satu anggota ormas Gede Sudiarta alias Botak (31) di Jalan Pulau Sulawesi, Kelurahan Kampung Baru, Kecamatan/Kabupaten Buleleng.

Sekedar diketahui, Akun Info Singaraja Bali sempat memposting informasi di sosial media Facebook menyatakan bila Botak tewas akibat terkena pisau taji yang dibawanya sendiri setelah pulang dari menonton tajen.

Informasi itu diposting pada Minggu (1/10) sekira pukul 16.53 wita itu pun menuai 95 komentar, dan dibagikan sebayak 172 kali oleh pengguna internet.

Kenyatannya, informasi terkait penyebab tewasnya Botak yang disebarkan oleh Info Singaraja Bali tidak terbukti kebenarannya. Fakta di lapangan menyatakan Botak tewas akibat dibunuh oleh rekannya sendiri, yang bernama Ketut Mahardika alias Kelet (50).

Menyikapi berita hoax tersebut, Kapolsek Kota Singaraja, Kompol Anak Agung Wiranata Kusuma memanggil pria yang beralamat di Jalan Gunung Batur, Gang 5, Nomor 2 Banjar Paketan, Kecamatan/Kabupaten Buleleng ini ke ruang kerjanya pada Jumat (6/10) sore untuk memberikan sanksi teguran.

“Informasi yang disebarkan tidak benar. Saya panggil dan dia (Indrawan) sudah meminta maaf. Dia menyebarkan informasi, namun dia sendiri tidak tau kebenarannya,” ujar Kompol Wiranata.

Mirisnya, meski terbukti tak mengantongi izin resmi, pihak kepolisian hanya memberikan sanksi berupa teguran kepada pria putus sekolah itu.

“Karena dia mengaku tidak paham, sehingga kami hanya memberikan sanski teguran dulu. Ini pelajaran bagi dia agar tidak kembali melakukan tindakan yang sama. Kalau mucul lagi berita yang sama, no (tidak) toleran lagi. Sudah kami akan proses betul,” jelasnya.

Menyikapi hal ini, Kompol Wiranata menghimbau masyarakat pengguna media sosial agar lebih cermat dalam mengonsumsi atau menyebarkan informasi yang belum dapat dipastikan kebenarannya.

“Jempol mu adalah harimau mu. Jangan gampang membagikan sesuatu yang belum jelas kebenarannya. Ini bahaya, termasuk Hoax ini. Jangan segampang apa yang dia lihat dan dia dengarkan saja. Tapi harus seusuai dengan fakta yang bisa dia buktikan,” tegasnya.

Sementara itu, dihadapan awak media, pemilik akun Info Singaraja Bali ini mengaku bila informasi yang dia posting selama ini di media sosial hanya mengandalakan asumsi dari masyarakat. Dia sendiri pun mengakui bila dirinya tidak paham betul dengan etika jurnalis.

Dengan adanya kejadian ini, Indrawan berjanji akan segara mengklarifikasi berita tersebut. Dan akan kembali memposting informasi-informasi sesuai dengan fakta yang ada di lapangan.

“Latar belakang kenapa kami memberikan berita yang salah, itu karena kami hanya ingin menolong bukan menyebar berita hoax. Sehingga itu membuat keresahan dari berbagai pihak baik kepolisian ataupun keluarga korban. Kami minta maaf sebesar-besarnya karena kami tidak tau tentang etika jurnalis maupun tentang kejadian yg sebenanya,” katanya.

Tinggalkan Komentar...