Puing reruntuhan di belakang pelinggih Padma Pura Loka Natha Lumintang.
Puing reruntuhan di belakang pelinggih Padma Pura Loka Natha Lumintang.
sewa motor matic murah dibali

DENPASAR UTARA, balipuspanews.com– Guncangan gempa berkekuatan 6 magnitudo  yang mengguncang Bali berdampak pula pada palinggih (tempat suci) Padma di Pura Loka Natha Lumintang, Kecamatan Denpasar Utara, Denpasar, tepatnya pura yang berada disisi timur lapangan Lumintang.

Adapun bagian yang roboh dari pelinggih padma yaitu Ulon (bagian ujung atas dari padma, angsa  dan garuda yang berada dibawah ulon juga mengalami sedikit patah-patah.

Menurut Kepala Stasiun Geofisika Sanglah, Denpasar Ikhsan mengatakan,
Gempa yang mengguncang Bali tepat terjadi pukul pukul 07.58 dengan kekuatan 6 magnitudo yang merupakan gempa puncak. Kemudian gempa susulan selanjutnya terjadi sebanyak tujuh kali dengan kekuatan yang lebih kecil atau disebut gempa menengah.

Gempa kali ini berpusat di Badung selatan, tepatnya di Nusa Dua. Sedangkan untuk di Denpasar  baru satu lokasi yang terdampak.

“Kami mengimbauan kepada  masyarakat agar tetap tenang jangan panik, tetap mendengarkan informasi dari BMKG atau BPBD sebelum ada gempa,” jelasnya.

Dirinya juga mengungkapkan bahwa gempa yang terjadi pagi tadi tidak berpotensi terjadi tsunami.

Sementara Sekda Kota Denpasar Rai Iswara yang hadir meninjau ke lokasi mengatakan, dirinya ditugaskan dari Walikota untuk mengecek ke lokasi (Pura Loka Natha red) selanjutnya akan meminta petunjuk kepada pedanda karena yang mengalami roboh merupakan tempat suci.

“Kami sudah menginstruksikan kepada Dinas Pekerjaan Umum untuk membersihkan puing-puing,” jelas Sekda Rai Iswara, Selasa (16/7).

Langkah selanjutnya dirinya akan melaporkan hasil tinjauan dan berharap segera bisa dibangun kembali dan bisa berfungsi kembali.

“Sore akan ada pembersihan niskala, berupa guru piduka atau melakukan prayascita atau  upakara pembersihan,” imbuhnya.

Dalam waktu singkat dirinya juga akan menggelar rapat tim, agar segera mungkin bisa mendapat perbaikan.

“Mudah-mudahan diperubahan  nanti bisa dianggarkan. ” kita nanti cek juga apakah yang diperbaiki ujungnya yang patah atau keseluruhan. Dan tidak terlepas juga dari struktur bangunan.

Sementara Jero Mangku Ketut Tarsana mengatakan, saat gempa dirinya sedang memimpin upacara persembahyangan berada di bale pawedan (tempat nganteb).

Ketika itu dirinya tetap tenang melaksanakan upacara melihat juga arah jatuh reruntuhan kebelakang jadi dirinya berusa tenang melanjutkan dan mengimbau juga kepada pemedek agar tetap tenang tidak berhamburan.

“Saat nika tiang wenten driki kari nganteb, biasa pas hari purnama banyak pegawai- pegawai sembahyang kesini, dan tiang tetap tenang ( Saat kejadian saya berada di pura sedang memimpin jalannya persembahyangan,  pasalnya setiap hari purnama banyak pegawai yang datang sembahyang kesini,” jelas jero mangku yang sudah mengabdikan dirinya sejak lama ini.

Sebelum kejadian, dirinya juga sempat mengalami firasat-firasat buruk, sebelum melakukan persembahyangan tepatnya pukul 06.00 Wita kakinya sempat terkilir di pemedal candi dan sampai sekarang masih merasa sakit.

“Apakah ini pertanda apa saya tidak tahu pasti pertanda apa, mengingat untuk aci atau ritual yang sudah dilakukan pura ini sudah lengkap.

Namun, mungkin ini menurut  pengamatan saya, pertanda bahwa sering kami liat di wantilan di jaba sering dipergunakan untuk arisan, dan banyak kegiatan yang sifatnya  pertemuan yang bukan kegiatan pura ini. Jadi kita tidak tahu apakah yang datang dalam keadaan cuntaka atau tidak kami tidak tahu,” ungkap jero mangku asal Lumintang tersebut.

Mengenai tindak lanjut dari upakara karena kejadian gempa tersebut, dirinya mengungkapkan masih menunggu petunjuk dari sulinggih (pendeta).

Turut hadir meninjau ke pura Loka Nata Lumintang yaitu Sekda Kota Denpasar, Camat Denpasar Utara, Kadis Koperasi kota Denpasar dan beberpa pejagawai yang berada dilingkungan dekat pura. (bud/bpn/tim).