Senin, Oktober 26, 2020
Beranda Bali Buleleng Sebelum Meninggal di Turki, Begini Firasat dan Mimpi Buruk Keluarga Pariani

Sebelum Meninggal di Turki, Begini Firasat dan Mimpi Buruk Keluarga Pariani

- Advertisement -

Singaraja, balipuspanews.com — Firasat atau pertanda sebuah tragedi mungkin bisa datang lewat mimpi. Meski, banyak orang beranggapan, itu adalah ‘bunga tidur’ tak ada urusannya dengan dunia nyata.

Seperti yang dialami Made Srigati (53) selaku orangtua mendiang Ni Kadek Pariani bekerja spa terapis meninggal dunia karena sakit di Turki.

Saat ditemui di rumah duka, pada Sabtu (30/6), Srigati didampingi sang suami Wayan Kari Dana (55) mengaku sejatinya sudah merasakan firasat buruk jauh sebelum dirinya harus kehilangan anak kedua dari sembilan bersaudara tersebut.

Srigati menuturkan mimpi buruk tentang anaknya. Dalam mimpi itu, almarhum Pariani terlihat ketakutan didatangi sosok yang menarik-narik tangannya. Bahkan, mendiang mengaku takut tinggal di Turki.

“Setelah mimpi itu saya langsung menelepon suruh dia pulang. Tidak usah lagi diperpanjang kontraknya. Mending cari kerja di Bali, dan dia mau. Katanya bulan Desember baru bisa pulang,” terangnya.

Tak hanya itu, lima hari sebelum Hari Raya Galungan, tepatnya ketika Sugih Manik ia pun kembali dihantui mimpi buruk. Kali ini, ia bermimpi salah satu giginya copot.

Merasa khawatir akan keselamatan putrinya, keesokan hari, ia pun langsung menceritakan mimpi itu kepada sang suami Wayan Kari Dana.

“Ada apa ya Pak, kok mimpi gigi kepus (tanggal)? Namun, keluarga menganggap mimpi itu hanya bunga tidur. Ternyata, mimpi itu akhirnya menjadi sebuah kenyataan,” sesal Srigati dengan tatapan menerawang.

Tepat di Hari Raya Galungan, Srigati mendadak teringat akan mendiang Pariani, kemudian berusaha menghubungi melalui sambungan telepon. Namun, ponsel Pariani tidak bisa dihubungi.

“Biasanya dia (Pariani) rajin metanding (membuat banten) jelang Galungan. Saya minta adiknya menghubungi Pariani melalui ponsel. Namun, ponselnya tidak aktif,” ungkapnya.

Sejak itu, keluarga sempat lost contact dengan mendiang Pariani.

Keanehan pun kembali dirasakan keluarga, secara tiba-tiba bingkai photo almarhum Pariani semasa hidup tertempel di dinding kamarnya tiba-tiba jatuh di malam hari.

“Bingkai photo jatuh menjadi firasat terakhir sebelum kami mendengar kabar Pariani meninggal saat dirawat di rumah sakit Turki. Katanya meninggal 24 Juni 2018,” imbuhnya.

Ketika ditanya terkait sakit diderita mendiang Pariani, pihak keluarga menjelaskan Pariani yang kali pertama berangkat ke Turki pada  2 Juni 2017 lalu, sebagai tenaga kerja spa terapis sebelumnya tidak pernah mengeluh menderita sakit apapun.

Terpisah, Kepala Dusun Alas Sari Ketut Roy mengaku dirinya mendapatkan informasi meninggalnya Pariani dari ayah almarhum, Wayan Kari Dana.

Kala itu, Kari minta tolong dibuatkan surat pernyataan mengijinkan mencabut selang oksigen dan membuka alat-alat medis yang dipasangkan di tubuh Pariani.  Surat pernyataan mengijinkan membuka alat-alat medis itu dibuat hari Senin, minggu lalu.

“Dokter yang menangani almarhum bilang, katanya sudah koma selama dua minggu dan tidak bisa merubah keadaan. Ya kami fasilitasi, ditandatangi melaui perbekel lalu dikirim ke sepupunya melalui foto,” jelasnya.

Pada Senin (25/6) lalu, orangtua almarhum Pariani kembali mendatangi Kadus Roy dan mengabarkan jika anaknya telah meninggal dunia.

Pihak keluarga, kemudian meminta surat keterangan tidak mampu, sebagai persyaratan untuk memulangkan jenazah dari Turki ke Buleleng.

- Advertisement -

Diduga Sopir Mengantuk, Mobil Pick Up Oleng Seruduk Mobil Avanza Parkir

BANGLI, balipuspanews.com – Akibat mengantuk dan hilang konsentrasi, mobil Pick Up bernopol DK 9670 KZ, yang dikendarai Kocong, 42, Pria asal Desa Songan B,...

Tak Hiraukan Teguran, Pabrik Penyulingan Daun Cengkeh Akhirnya Ditutup Paksa

Sebuah tempat usaha penyulingan daun cengkeh yang berada di Desa Padangbulia, Kecamatan Sukasada ditutup paksa oleh tim Satpol PP Kabupaten Buleleng. Hal itu dilakukan sebab pemilik tempat tidak menghiaraukan teguran petugas, sehingga Pol PP lalu bertindak tegas menutup paksa usaha penyulingan daun cengkeh yang beroperasi dan dianggap menimbulkan polusi udara.
Member of