Advertisement
download aplikasi Balipuspanews di google Playstore

SEMARAPURA,balipuspanews.com-
Oknum Pegawai Negeri Sipil (PNS) dokter RSUD Klungkung akhirnya dijatuhi sanksi disiplin sedang berupa penurunan pangkat setingkat lebih rendah selama satu tahun oleh Bupati Klungkung, I Nyoman Suwirta dalam hal ini sebagai Pejabat Pembina Kepegawaian (PPK). Sanksi disiplin ini diberikan setelah bersangkutan bolos,tidak masuk kerja tanpa keterangan selama 26 hari dan sebelumnya telah mendapatkan sanksi ringan berupa pernyataan tidak puas secara tertulis oleh pihak RSUD Klungkung setelah tidak masuk kerja selama 15 hari tanpa keterangan.

Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Klungkung, I Gede Putu Winastra  mengungkapkan, setelah Badan Pertimbangan Kepegawaian (Bapek) Klungkung menggelar rapat dan merekomendasikan agar oknum dokter perempuan berinisial IWK tersebut dijatuhi sanksi disiplin sedang, Senin (4/3) lalu, Bupati Klungkung, I Nyoman Suwirta yang dalam hal ini sebagai PPK telah memutuskan untuk menjatuhkan sanksi disiplin sedang berupa penurunan pangkat setingkat lebih rendah selama satu tahun. Hanya saja menurutnya, oknum dokter tersebut akhirnya menghadap, Senin (11/3) dengan tujuan untuk mengajukan permohonan pengunduran diri.

“SK sanksinya sudah keluar. Dan surat pengunduran diri dokter tersebut suda ada di BK-PSDM,” katanya.

Kepala Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BK-PSDM) Klungkung, Komang Susana saat dikonfirmasi wartawan  membenarkan jika yang bersangkutan telah mengajukan permohonan pengunduran diri.

Namun pihaknya mengungkapkan, dalam pertemuan antara oknum dokter tersebut, bersama Sekda Klungkung dan pihak BK-PSDM, Senin (11/3) lalu terungkap bahwa IWK sebenarnya telah mengajukan surat permohonan pengunduran diri sejak pertengahan Februari 2019 lalu.

Hanya saja surat pengunduran diri itu tidak diajukan ke RSUD Klungkung sebagai tempat oknum dokter ini berkerja sehingga pihak RSUD Klungkung termasuk BK-PSDM tidak mengetahui perihal pengunduran diri itu. “Dia mengaku tidak mengetahui birokrasi sehingga langsung mengajukan surat pengunduran diri ke Bupati Klungkung pertengahan Februari lalu. Dokter itu baru tahu dikenai sanksi setelah ada pemberitaan di media,” ungkapnya.

Terkait adanya permohonan pengunduran diri tersebut pihaknya mengaku sedang memprosesnya.

“Mengundurkan diri karena ada kepentingan keluarga. Masa kerjanya kurang dari 20 tahun dan umurnya kurang dari 50 tahun sehingga tidak memenuhi persyaratan pensiun dini dan tidak berhak atas hak pensiunan,” pungkasnya.

Sumber di lingkungan keluarga Dokter tersebut,mengungkapkan  sejatinya Oknum Dokter tersebut sudah memiliki usaha sendiri mendirikan RSU swasta yang kini lagi sedang berkembang pesat ,wajar penghasilannya ditempat itu jauh lebih besar dari tempatnya bekerja selama ini termasuk menjadi seorang PNS ,”terang sumber yang tidak disebutkan namanya. (Roni/bpn/tim)

Advertisement
Loading...

Tinggalkan Komentar...