Sebuah Rumah Di Grokgak, Dilahap Habis Oleh Si Jago Merah

BULELENG, balipuspanews.com – Insiden kebakaran terjadi di sebuah rumah semi permanen di Banjar Dinas Juntal, Desa Tinga-tinga, Kecamatan Gerokgak. Rumah milik I Gusti Made Anom, (76) yang hangus terbakar oleh kobaran api pada Senin (30/11/2020) malam sekitar pukul 20.00 Wita.

Beruntung atas kejadian kebakaran tersebut penghuni rumah tidak berada didalam, sehingga tidak ada korban jiwa, namun pemilik rumah memperkirakan kerugian dari kejadian itu mencapai puluhan juta. Sampai berita ini diturunkan penyebab pasti terjadinya kebakaran terhadap tempat tinggal berukuran 6×9 meter masih belum diketahui, akan tetapi dugaan sementara karena adanya api dupa yang lupa dimatikan.

Dari informasi yang berhasil dikumpulkan kejadian itu pertama kali diketahui oleh seorang warga bernama Putu Parisuda (33) yang tidak lain merupakan tetangga korban. Sontak saksi yang melihat kobaran si jago merah langsung panik sambil memanggil sejumlah warga setempat untuk berusaha memadamkan api dengan peralatan seadanya.

Kapolsek Kawasan pelabuhan Celukan Bawang, AKP I Made Suwandra mengatakan bahwa saksi yang melihat kejadian itu kemudian melaporkan kebakaran ini kepada petugas Pemadam Kebakaran PLTU Celukan Bawang. Sekitar 30 menit setelah laporan, tim Damkar tiba di lokasi dan langsung melakukan penyemprotan.

Petugas segera melakukan pemadaman secepat mungkin mencegah api menjalar ke bangunan sekitarnya. Api baru berhasil dipadamkan pada pukul 21.00 Wita dengan bantuan petugas Pemadam Kebakaran PLTU Celukan Bawang.

“Api berhasil dipadamkan satu jam setelahnya oleh warga setempat dan petugas Damkar,” sebutnya saat dikonfirmasi Selasa (1/12/2020).

Lebih jauh diterangkan saat kejadian kebakaran rumah dalam keadaan kosong sebab pemilik rumah kebetulan saat itu tidak berada dirumah dan sedang melakukan persembahyangan di rumah keluarga yang berjarak sekitar 1 km dari lokasi.

“Saat kejadaian, rumah kosong ditinggal pemiliknya,” singkatnya.

Sementara itu terkait penyebab kebakaran, dari pengakuan awal sejumlah saksi termasuk korban diduga karena api dupa. Dimana pemilik rumah sebelum pergi sempat melakukan persembahyangan di plangkiran yang ada di dalam rumah.

“Diduga disebabkan api dupa yang jatuh ke kasur karena di bawah plangkiran ada tempat tidur,” tandasnya.

Penulis : Nyoman Darma

Editor : Oka Suryawan