sosialisasi pembentukan kades peduli aids

NEGARA,balipuspanews.com- Kendati berbagai upaya sudah dilakukan untuk menakan kasus HIV/AIDS, namun masih saja muncul kasus baru.

Bahkan setiap bulan ada 9 sampai 10 orang warga Bumi Makepung yang tejangkit virus yang menggrogoti kekebalan tubuh itu.

Dari data di dinas kesehatan Pemkab Jembrana warga yang terjangkit virus HIV/AIDS setiap tahunnya mengalami peningkatan. Sejak tahun 2006-2020 penderita HIV/AIDS di Jembrana sebanyak 1075 orang dan setiap bulan rata-rata terdapat 9 sampai 10 kasus baru.

“ Di Jembrana tahun 2019 ada 95 kasus, sedangkan tahun 2020 padan Januari sampai saat ini terdapat 8 kasus baru dan diprediksi ada sekitar 5 samai 10 kasus yang belum terdeteksi,” ujar Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Dinkes Jembrana, dr. IGusti Agung Putu Arisantha, MPH dihadapan para Perbekel/Lurah termasuk para bendesa Pekraman se Jembrana Jumat(7/2).

Untuk mengantisipasi fenomena kasus ini, Pemkab Jembrana melalui Dinas Kesehatan melakukan langkah-langkah dengan membentuk Kader Desa Peduli AIDS di tingkat Desa/Kelurahan.

“Jika dilihat kasus ini ibarat seperti fenomena gunung es. Diprediksi masih ada warga kita yang belum terdeteksi apalagi mau dengan kesadaran sendiri memeriksakan dirinya ke Puskesmas atau Rumah Sakit. Padahal semua Puskesmas dan Rumah Sakit kita ini telah mampu mengatasinya asalkan mengikuti aturan kesehatan. Agar kasus HIV/AIDS \tidak semakin merajalela maka kita bentuk tim penanggulangan Penyakit HIV/Aids di tingkat desa/Kelurahan. Berupa Kader Desa Peduli AIDS (KDPA). “ujarnya.

Arisantha, yang didampingi Kepala Seksi Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Menular(P2PM),IB. Made Adnyana, SKM menyampaikan tim yang dibentuk ini melibatkan Perbekel/Lurah termasuk para Bendesa Pekraman.

“Tokoh-tokoh ini kita libatkan dalam tim Penanggulangan penyakit HIV/AIDS. Maka setiap desa/kelurahan terdapat tim dengan pendampingan dari Puskesmas terdekat. “ungkapnya.

Tugastim ini yakni, memberikan sosialisasi dan penyadaran kepada warga akan dampak dan bahaya dari penyebaran virus HIV/AIDS.

“Setiap saat kita harapkan tim ini mampu memberikan penyadaran sekaligus sosialisasi kepada warganya betapa bahayan virus ini,” ungkapnya.

Namun demikian, warga juga yang merasakan atau terindikasi virus HIV/AIDS agar melakukan pemeriksaan ke Puskesmas atau Rumah Sakit.

” Karena dengan kesadaran sendiri petugas akan memberikan pengobatan secara terus menerus sehingga penderita bisa bertahan hidupnya seperti biasa dengan harapan kualitas hidup penderita sama seperti orang yang sehat,”pungkasnya(nm/bpn/tim)