Selasa, Juli 23, 2024
BerandaBulelengSebulan Hirup Udara Bebas, Residivis Ini Kembali Masuk Bui Setelah Gasak Perhiasan

Sebulan Hirup Udara Bebas, Residivis Ini Kembali Masuk Bui Setelah Gasak Perhiasan

BULELENG, balipuspanews.com – Sempat menghuni hotel prodeo tidak membuat pria berinisial KSK,34, warga Kecamatan Busungbiu, Buleleng ini kapok. Ini setelah Ucil kembali diamankan karena diduga mencuri perhiasan emas milik Ni Luh Wayan Suartini,60, di Banjarasem, Seririt.

Pencurian berlangsung Kamis (1/9/2022). KSK sendiri disebut baru sebulan menghirup udara bebas setelah terjerat kriminalitas.

Kapolsek Seririt AKP I Made Suwandara, S.H membenarkan tersangka KSK adalah residivis yang baru saja bebas sekitar 34 hari akibat kasus pencurian sertifikat di wilayah Busungbiu dan diganjar dengan hukuman penjara selama setahun.

“Tersangka ini residivis baru bebas sekitar sebulan lalu setelah menjalani hukuman selama setahun dengan kasus yang sama dan TKP di Wilayah Busungbiu,” jelas AKP Suwandra, Kamis (8/9/2022).

Setelah dilakukan permintaan keterangan, adapun deretan kasus yang pernah Ucil lakukan diantara pencurian emas di Desa Tirta Gangga, Karangasem pada tahun 2014 dengan vonis hukuman yaitu satu tahun penjara.

Lalu pencurian laptop di Kelurahan Seririt pada tahun 2019 dengan vonis setahun penjara. Pencurian sertifikat di Desa Busungbiu pada tahun 2019 dengan vonis setahun penjara. Pencurian HP di Denpasar pada tahun 2019 dengan Vonis setahun penjara.

BACA :  Hari Anak di Denpasar Akan Dimeriahkan Dengan Gelaran Rare Bali Festival

Sedangkan untuk kasus pencurian emas terbaru yang dilakukan, tersangka Ucil terancam dikenakan pasal 362 KUHP dengan ancaman hukuman maksimal 5 tahun penjara.

“Kita sudah periksa tiga saksi ternyata tersangka merupakan residivis dengan 4 TKP dan ada juga yang diluar Wilayah Buleleng. Kemudian kasus sekarang Modus tersangka yakni berpura-pura belanja di warung yang dalam ke adaan sepi,” imbuhnya.

Disisi lain, KSK mengaku melakukan perbuatannya berulang kali lantaran untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari. Bahkan KSK mengaku baru bebas kurang lebih sebulan lalu akibat kasus pencurian sertifikat yang dilakukannya di Wilayah Busungbiu.

“Barangnya dijual kembali hasilnya buat makan sehari-hari. Terakhir kasus pencurian sertifikat di Busungbiu dengan vonis setahun,” ujarnya sambil kepala menunduk.

Seperti diberitakan sebelumnya, kasus pencurian terjadi di Banjar Dinas Yehanakan, Desa Banjarasem, Kecamatan Seririt dengan korban Ni Luh Suartini. Dimana tersangka melancarkan aksinya dengan cara berpura-pura belanja, namun saat melihat situasi warung sepi maka tersangka masuk ke dalam kamar dan menggasak sejumlah barang berharga milik korban.

BACA :  Sambut Pilkada Serentak, MDA Bali Berharap Bendesa Adat Netral

Akan tetapi korban yang melihat tersangka keluar dari kamar seketika langsung berteriak maling, sehingga warga sekitar langsung mengejar dan mengamankan tersangka.

Akibat kasus itu, korban mengalahkan kerugian sekitar kurang lebih Rp 89.662.000.

Penulis : Nyoman Darma

Editor : Oka Suryawan 

RELATED ARTICLES

ADS

- Advertisment -

Most Popular