Pengungsi asal Dusun Bukit Galah, Desa Sebudi, Selat, Karangasem
Advertisement
download aplikasi Balipuspanews di google Playstore

Karangasem, balipuspanews.com – Sekitar 135 orang pengungsi dari 33 kepala keluarga asal Dusun Bukit Galah, Desa Sebudi, Selat, Karangasem meninggalkan posko pengungsian Gor Swecapura Klungkung, Senin (12/02).

Langkah ini diambil, usai turunnya status Gunung Agung dari status IV (Awas) menjadi Siaga. Namun harapan untuk kembali ke rumah masing – masing nampaknya harus ditahan dulu, akibat akses jalan menuju ke dusun putus akibat terjangan lahar hujan yang kerap terjadi selama ini.

Para pengungsi tersebut terpaksa harus mengungsi lagi. Hanya saja tidak sejauh pengungsian sebelumnya. Mereka mengungsi di Desa tetangganya yakni di balai banjar Dusun Tegeh, Desa Amertabhuana, Selat, Karangasem.

Sebenarnya dari BPBD dan Camat Selat menyarankan agar mengungsi di Daerah Sidemen atau di Posko UPT Pertanian Rendang agar lebih aman, namun warga menolaknya dengan alasan agar lebih dekat jika ingin pulang.

“Kita sudah bujuk warga bersama Perbekel dan BPBD, agar sementara mengungsi di Sidemen atau UPTD Pertanian Rendang, tetapi mereka bersikeras ingin disana biar dekat dengan rumahnya,” ujar Camat Selat I Nengah Danu saat dikonfirmasi.

Tidak sampai di situ, Nengah Danu bahkan sempat menyarankan agar mengungsi di dumah dinas camat, namun warga tetap saja tidak mau.

Sementara itu, BPBD pun tidak bisa memaksa karena sudah keinginan warga itu sendiri untuk mengungsi di sana. Menurut Kepala Pelaksana BPBD Karangasem Ida Bagus Ketur Arimbawa, menanggapi keinginan para pengungsi di mana pihaknya mohon bantuan bidang logistik untuk pemenuhan kebutuhan. Terutama yang bersifat ‘emergency’ karena terdapat banyak anak – anak dan lansia.

“Petugas TRC BPBD dan PMI siap memasang tenda pengungsi antisipasi apabila bale banjar tidak mencukupi untuk menampung semuanya,” ujarnya. (Suar)

Advertisement

Tinggalkan Komentar...