Sehari Ditarget 50 Orang Divaksin Disetiap Faskes

Jubir Satgas Covid-19 Jembrana saat rapat kesiapan vaksinasi bersama kelompok kerja (Pokja) Vaksin Covid-19 Jembrana bertempat di ruang rapat lantai III Kantor Bupati Jembrana, Rabu (27/01/2021)
Jubir Satgas Covid-19 Jembrana saat rapat kesiapan vaksinasi bersama kelompok kerja (Pokja) Vaksin Covid-19 Jembrana bertempat di ruang rapat lantai III Kantor Bupati Jembrana, Rabu (27/01/2021)

NEGARA, balipuspanews.com – Jelang pelaksanaan vaksin serentak dua hari lagi, berbagai kesiapan terus dikebut jajaran Satgas Covid-19 Jembrana. Untuk target vaksinasi tahap I, sejumlah 99 vaksinator telah disiapkan. Vaksinator itu terbagi ke 12 faskes diantaranya 10 Puskesmas, RSU Negara, serta Klinik Kesehatan Polres Jembrana.

Jumlah vaksinator ini masih mungkin bertambah seiring dengan kesiapan dan pelatihan untuk para tenaga kesehatan.

Sedangkan di masing-masing faskes sebagai tempat vaksinasi, juga ditarget mampu memberikan vaksin hingga 50 orang pershift (sehari pelayanan). Dengan demikian dari jumlah vaksin tahap I yang diterima sebanyak 3720 vial, diharapkan mampu tuntas dalam februari ini bagi tenaga medis Jembrana.

Hal itu diungkapkan Jubir Satgas Covid-19 Jembrana usai rapat kesiapan vaksinasi bersama kelompok kerja (Pokja) Vaksin Covid-19 Jembrana bertempat di ruang rapat lantai III Kantor Bupati Jembrana, Rabu (27/01/2021).

Mendukung target tersebut, pendaftaran peserta kini dipermudah dan lebih fleksibel. Jika sebelumnya registrasi pada aplikasi kini bisa manual dan baru dilaporkan secara digital setelahnya. Registrasi manual dengan mencantumkan NIK, nomor telpon, serta kode registrasi.

“Sudah turun juknis dari pusat. Kini bisa manual namun tetap melaporkan sesudahnya melalui sistem. Ini menjawab berbagai kendala di lapangan selama ini sekaligus percepatan realisasi sesuai target pemerintah pusat,” ujarnya.

Untuk jadwal vaksinasi di masing-masing faskes juga sudah disusun. Dalam seminggu bisa 3-4 hari. Rata-rata pelayanan vaksin mulai dari jam 9-12 siang. Pengambilan vaksin juga tetap tersentral digudang farmasi, tidak didistribusikan ke masing-masing faskes.

“Jadi semuanya tetap digudang farmasi, tidak ada vaksin yang diinapkan ditempat lain. Pagi hari diambil oleh petugas faskes bisa menggunakan cool box. Rencananya, pengambilan vaksin ini akan dikawal oleh kepolisian hingga ke faskes tempat pelayanan vaksinasi dilakukan,” paparnya.

Lanjut Arisantha, pengecekan juga sudah dilakukan di masing-masing faskes yang ditunjuk sebagai tempat vaksinasi. Diantaranya ketersediaan internet sebagai sarana pelaporan bagi peserta yang sudah tervaksin kepada satgas covid-19 pusat.

Saat vaksinasi nanti juga tiap faskes menyediakan empat meja yang berfungsi sebagai alur pendaftaran dan screening. Jika lolos screening, akan disiapkan sertifikat bagi peserta yang sudah divaksin di meja 4.

“Kita sudah siap karena tenaga vaksinator juga sudah dilatih. Pasca vaksinasi juga disediakan waktu 30 menit untuk observasi. Dari pengalaman pelaksanaan vaksin sebelumnya (Vaksin JE dan MR) sangat kecil kemungkinan dampaknya. Kita berharap target bisa tuntas sebagai syarat terbentuknya herd immunity,” tandasnya.

Penulis : Anom Suardana

Editor : Oka Suryawan