Tampak kawasan indah Pantai Atuh Nusa Penida yang minim pengamanan
Advertisement
download aplikasi Balipuspanews di google Playstore

Nusa Penida, balipuspanews.com – Beberapa objek wisata di Nusa Penida, Kabupaten Klungkung, masuk zona merah atau kawasan berbahaya yang rawan kecelakaan.

Hal itu memang kondisi tebing sangat curam dan sangat mencolok dekat laut, sehingga kondisi ini jika tidak diantisipasi maka sangat mungkin menimbulkan korban nyawa pengunjung.

Ironisnya, pihak Dinas Pariwisata Klungkung belum bisa berbuat banyak terhadap objek wisata yang rawan menimbulkan kecelakaan tersebut. Misalnya, dengan membuat pagar pembatas atau pengaman di sekitar areal obyek wisata dengan alasan keterbatasan anggaran.

“Kalau peran masyarakat sudah ada. Termasuk dari pelaku pariwisata. Tapi belum semuanya, karena bahan pagar cukup mahal,” ujar I Nengah Sukasta, Kadis Pariwisata Klungkung, ketika dikonfirmasi Selasa (13/3).

Menurut Sukasta, ada 15 obyek wisata yang ramai dikunjungi wiasatawan di wilayah Nusa Penida. Namun, sesuai pemetaan terdapat sepuluh titik spot yang perlu diwaspadai karena masuk kategori bahaya dengan kondisi geografis yang bertebing.

Beberapa obyek wisata yang perlu diwaspadai, Pasih Uwug (broken beach), Atuh, Melenteng, Devil Tear dan Klingking. “Lokasinya tersebar di sejumlah lokasi. Tapi yang paling banyak terdapat di Nusa Gede. Dan lokasinya curam karena bertebing,” ujarnya.

Kawasan objek wisata ini diakui belum sepenuhnya dilengkapi pagar pengaman. Begitu pula partisipasi masyarakat dalam membantu pembangunannya belum maksimal. Tapi khusus untuk di objek Devil Tear, telah dibantu oleh Asita Bali dan Bali Liang sepanjang 170 meter dari total panjang sekitar 350 meter. Selain itu, untuk mengantisipasi kecelakaan, sudah ada bebrapa rambu imbauan yang dipasang di objek wisata itu.

“Pemasangan rambu sudah ada di beberapa titik yang dianggap berbahaya. Langkah ini telah mendapat dukungan dari pelaku pariwisata dan juga kepolisian setempat,” katanya. (Roni)

Tinggalkan Komentar...