Sekaa Bleganjur Nadhi Swara saat latihan persiapan Pentas Budaya Desa Pemecutaj Kaja, 13 hingga 14 Desember mendatang.
Sekaa Bleganjur Nadhi Swara saat latihan persiapan Pentas Budaya Desa Pemecutaj Kaja, 13 hingga 14 Desember mendatang.
sewa motor matic murah dibali

DENPASAR, balipuspanews.com- Persiapan matang telah dilakukan Sekaa Gong Nadhi Swara (SGNS) untuk menyongsong Pentas Budaya Desa Pemecutan Kaja yang akan berlangsung 13 hingga 14 Desember mendatang. Menyiapkan sebuah garapan tabuh bleganjur tentu memakan waktu tidak singkat, seperti yang dilakukan SGNS, sudah sejak bulan Oktober mulai berlatih untuk menampilkan sebuah garapan yang berdurasi belasan menit.

Bersaing dengan lima sekaa bleganjur, sekaa gong Nadhi Swara, ST. Wiwaradhika Banjang Belong Gede, Desa Pemecutan Kaja, Denpasar Utara, tanpa mengenal lelah untuk mengasah diri dalam persiapan ‘Pentas Budaya’ yang diinisiasi oleh Desa Pemecutan Kaja yang rutin digelar tiap tahun.

Koordinator Bleganjur Anom Andryawan mengatakan, keikutsertaannya dalam lomba bleganjur ini merupakan untuk memeriahkan Pentas Budaya Desa Pemecutan Kaja. Disamping itu, juga untuk memberi ruang terhadap pemuda-pemuda di Banjar Belong Gede untuk berkreativitas dalam berkesenian.

“Dorongan kami ikut lomba ini, karena rasa jengah. Dalam artian untuk membangkitkan dan mengembangkan potensi seni adik-adik di banjar,” jelasnya, saat ditemui disela-sela latihan, Senin (2/12).

Tak hanya itu, selain lomba bleganjur, dirinya juga ingin membuktikan bahwa pemuda banjar Belong Gede mempunyai banyak potensi seni yang selama ini belum terlihat dan saat ini waktunya untuk membangkitkan, menunjukkan dan memberikan ruang berkreativitas.

Selain karena adanya semangat yang tinggi dari penabuh sendiri, motivasi dari masyarakat banjar Belong Gede juga mendorong generasi muda untuk tampil menunjukkan kebolehan pemuda-pemuda dihadapan masyarakat maupun penikmat seni di Kota Denpasar.

Dalam lomba nanti, lanjut Andryawan dirinya tidak menargetkan untuk memperoleh juara. Tampil maksimal dihadapan masyarakat sudah membuktikan bahwa pemuda-pemuda Banjar Belong Gede memiliki bakat seni yang patut diberikan ruang berkreasi.

“Juara itu merupakan sebuah bonus. Yang terpenting berani tampil dan menunjukkan kemampuannya sudah luar biasa, imbuh Andryawan.

Sementara tokoh masyarakat I Nyoman Sumardika mengatakan, kegiatan seperti ini tentu harus didukung. Ini bagian dari langkah untuk mengajegkan seni, budaya, dan warisan leluhur yang patut dijaga dan dilestarikan keberadaannya. Tidak hanya seni tabuh bleganjur, kesenian lainnya juga perlu dijaga dan dilestarikan, baik itu seni tari, karawitan, ataupun mashanti, karena kesenian ini berkaitan erat dengan setiap prosesi upacara atau yadnya di Bali.

“Saya selalu mensupport pemuda-pemuda untuk berkesenian. Disamping karena kegiatan ini positif, hal ini juga mampu menjauhkan generasi muda dari tindakan-tindakan negatif seperti bahaya narkoba, mabuk-mabukan, dan trek-trekan,” jelas pria yang akrab disapa pak Man Ligir.

Tak hanya sumbangsih berupa materi, kerap kali juga dirinya menyempatkan diri untuk datang ke balai banjar memantau sekaa gong saat latihan sebagai bentuk dorongan dan apresiasi, agar tambah bersemangat kesehariannya berlatih.
(bud/bpn/tim)