Advertisement
download aplikasi Balipuspanews di google Playstore

GIANYAR, balipuspanews.com- Era tahun 1970- an nama Sekaa Joged Semarayasa Bukit Jangkrik, Samplangan, Gianyar cukup populer. Nama besar itu bahkan berlangsung hingga tahun 1980 awal. Dijamannya, Joged Bukit Jangkrik selain menghibur warga diberbagai pelosok desa juga sering mengisi acara di hotel, Puri hingga istana negara Tampaksiring.

Ni Ketut Muji, salah satu penari joged kepada Balipuspanews.com Jumat ( 5/4/2019) menyebutkan, dirinya bersama Sekaa Joged Semarayasa Bukit Jangkrik sering diundang ke berbagai hotel dan berbagai tempat untuk menghibur. Kenangan itu masih terekam dalam ingatan wanita berusia 57 tahun itu.

“Joged Semarayasa Bukit Jangkrik ini sempat jaya pada tahun 1977 sampai dengan 1983. Seingat saya, waktu itu saya sering menari bersama sekaa ke hotel, puri, istana presiden Tampaksiring dan sampai keberbagai penjuru pulau Bali,” kenangnya.

Dikatakan oleh Muji, saat ini Sekaa Joged Semarayasa  tidak seperti dulu lagi. Selain penarinya sudah mulai berumur, regenerasi yang ada tidak bisa bertahan lama.

Wanita paruh baya itu menceritakan, busana joged Bukit Jangkrik memiliki nilai magis. Contohnya, gelungan yang diletakan dikepala penari joged distanakan di Pura Puncak Bukit Jangkrik. Hal ini diyakini memberikan tuah tersendiri sebagai taksu joged Bukit Jangkrik.

Menurunnya warga yang mengundang sekaa joged tidak bisa dilepaskan dari perkembangan teknologi yang tak terbendung belakangan. Untuk mendapatkan hiburan, warga bisa mengakses lewat jaringan internet yang disediakan. ( ctr/bas)

 

 

Advertisement
Loading...