sewa motor matic murah dibali

Singaraja, balipuspanews.com –  Gemar menyantap hidangan sari laut seperti lobster, kerang, kepiting dan ikan bakar?

Berbicara tentang hidangan yang satu ini, kemudian kita pun praktis membayangkan dan ngomongin jika hidangan berkelas itu pasti harganya selangit.

Ya, memang sebagian besar masyarakat menganggap jenis hidangan seafood tergolong masih tabu terutama bagi kalangan masyarakat yang memiliki kemampuan ekonomi menengah ke bawah.

Selama ini jenis masakan seafood terkesan elite serta memiliki harga mahal. Lantaran hidangan ini biasanya hanya dikonsumsi oleh orang-orang kalangan atas.

Namun jangan salah, di objek wisata Pantai Giri Emas, Kecamatan Sawan, Kabupaten Buleleng terdapat warung sederhana yang menyediakan menu seafood dengan harga ekonomis.

Datang saja ke Warung Djambal, jika anda ingin menikmati hidangan sari laut. Rasanya dijamin enak dan anda tak lagi mengeluarkan kocek ratusan ribu rupiah hanya untuk menyantap aneka masakan sari laut itu.

Apa saja menu yang dihidangkan oleh warung yang berlokasi di wilayah timur Kabupaten Buleleng ini?

Berbicara tentang menu, lesehan Warung Djambal menyediakan menu lezat yang terasa sangat sulit ditolak lidah.

Mengapa demikian? Karena Warung Djambal memang khusus menyajikan menu hidangan ikan laut yang diolah dengan bumbu tradisional. Bahkan, bertabur aneka sambal.

Khusus untuk menu ikan, pengolahan dilakukan dengan cara di goreng atau di bakar dan plus dihidangkan dengan aneka pilihan sambal.

Hadir dengan konsep yang unik, Warung Djambal memanjakan para tamu dengan suguhan aneka produk hidangan yang ditawarkan.

Pada bagian lain, warung ini mengusung konsep unik, yakni pilih, timbang, masak yang disesuaikan dengan selera dan isi dompet pengunjung.

Warung penyedia hidangan sari laut ini menyediakan berbagai jenis ikan laut yang sulit ditemukan di pasar, khususnya di pasar tradisional ataupun pasar modern. Beberapa jenis ikan yang tersedia seperti ikan kasap, ikan mamban, pari burung, ikan kakap kenanga, kerang, lobster, kepiting dan masih banyak jenis ikan lainnya.

Perlu juga untuk diketahui, aneka hidangan laut yang disajikan lesehan Warung Djambal itu diolah dengan berbagai pilihan jenis racikan bumbu tradisional yang membuat rasanya semakin lezat ketika disantap.

“Ada menu hidangan seafood diolah Nyat-nyat, kare, goreng, bakar. Pilih sendiri pokoknya, dan paling mahal di sini Rp 100 ribu. Jadi, jangan ragu, datang saja ke Warung Djambal,” ajak Wayan Sunarsa, pemilik Warung Djambal, kepada balipuspanews.com, Minggu, 5 Maret 2017.

Sunarsa mengaku membuat paket murah untuk mengubah image masyarakat bahwa mengkonsumsi ikan laut tidak harus mahal.

Pria eks kapal pesiar menjual menu mulai Rp 60 hingga Rp 80 ribu perporsi untuk menu udang, ikan dan kepiting. Harga termasuk nasi, lalapan, dan sambal. Olahannya juga beragam, mulai dimasak asam manis, asam pedas, bakar, dan goreng tepung.

“Harga ikan bakar dibanderol antara Rp 50 ribu sampai Rp 60 ribu per kilonya. Sedangkan untuk jenis hidangan kerang Rp 80 ribu per kilogram. Untuk masakan lobster dan kepiting dibanderol dengan harga Rp 50 ribu per 100 gramnya,” terang Sunarsa.

Sunarsa yang juga merupakan Kepala Desa Giri Emas menjelaskan, ide mendirikan warung djambal ini utamanya untuk mematahkan pandangan pecinta kuliner bahwa mengonsumsi makanan laut itu tidak selalu mahal.

Selain itu, lesehan Warung Djambal juga turut mengkampanyekan program ‘gemar makan ikan’ yang dicanangkan Pemerintah Kabupaten Buleleng.

“Kami ingin membantu Pemerintah Kabupaten Buleleng untuk memasyarakatkan makan ikan. Karena sekarang image makan hidangan laut itu mahal, maka kami ingin mematahkan hal tersebut. Apalagi potensi hasil laut kita kan sangat berlimpah,” katanya.

Nah, bagaimana dengan lidah orang Bali yang dikenal jagoan pedas?

Tentunya, pengunjung tak usah khawatir, karena lesehan Warung Djambal menyediakan sambal special yang berasa nendang untuk jagoan pedas. Sambal itu diolahan secara khusus, tentunya berbahan dasar cabai segar yang memerah bagi pengunjung yang memang penggila rasa pedas.

Ada sambal matah bernama Sambal Jongor yang akan menguras keringat para pengunjung.

Ya, mungkin jenis sambal ini masih asing terdengar di telinga kita karena nama sambal yang satu ini diambil dari nama konsep kearifan lokal Desa Pakraman Sangsit Sangsit Dangin Yeh.

Aneka resep-resep yang akan disajikan di lesehan miliknya itu, ia dapatkan berkat pengalamannya selama 18 tahun berlayar sebagai crew kapal pesiar.

“Semuanya resep sendiri jadi rasanya berbeda dengan tempat lainya,” ujar Sunarsa.

Meski harganya murah, namun Sunarsa mengaku tidak mengalami kerugian.

“Tetap ada untungnya, memang tidak besar, tapi bagi saya itu sudah cukup,” terangnya kembali.

Cara yang ditempuh Sunarsa ternyata ampuh, hingga membuat warungnya selalu diserbu pengunjung. Untuk memuaskan selera para tamu yang tak memiliki waktu datang ke warungnya, pelayanan delivery pun disiapkan. Pengunjung cukup menghubungi melalui telepon dan pesanan itu pun diantar sesuai alamat pemesan.

“Lumayan banyak pengunjung datang, tidak saja dari Singaraja bahkan ada dari luar daerah yang berkunjung. Menu murah kami harapkan nantinya bisa mendongkrak wisatawan untuk datang ke Buleleng,” harapnya.

Nah, untuk minumannya, Warung Djambal menawarkan aneka minuman sederhana, yakni es teh, dan es jeruk, soda gembira dan es kelapa muda yang dibanderol seharga Rp lima ribu hingga Rp 10 ribu saja.

Tertarik untuk mencoba menu ikan, kerang, lobster serta kepiting?

Yuk, datang segera ke Warung Djambal yang beralamat di kawasan Pantai Giri Emas tepatnya di Banjar Dinas Segara, Desa Giri Emas, Kabupaten Buleleng.

Tempat makan Warung Djambal, buka setiap hari mulai pukul 10.00 hingga pukul 22.00 wita.

Selamat menikmati menu hidangan seafood di Warung Djambal.

TINGGALKAN PESAN

Please enter your comment!
Please enter your name here