Sekda Bangli IB Giri Putra panen bawang di desa Songan, Kintamani
Advertisement
download aplikasi Balipuspanews di google Playstore

Bangli, balipuspanews.com-Melihat potensi pengembangan komoditas bawang merah yang cukup besar di Kabupaten Bangli. Kantor Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Bali resmikan rumah bawang, dan  memilih Kelompok Tani ternak (KTT)  Sari Pertiwi Desa Songan, Kec Kintamani sebagai salah satu penerima bantuan pengembangan klaster bawang merah.

Selasa (4/9) Acara yang di hadiri Kepala Kantor Perwakilan Bank Indonesia Prov.Bali  Causa Iman Karana, Sekda Kab.Bangli Ida Bagus Gde Giri Putra, Camat Kintamani I Wayan Dirga Yusa, Kadis Pertanian Peternakan dan Ketahanan Pangan Kab.Bangli I Wayan Sukartana, Kabag Ekonomi Ni Luh Ketut Wardani dan Kelompok Ternak Tani  serta masyarakat setempat, di Banjar Dalem Desa Songan Kintamani.

Kepala Kantor Perwakilan BI Prov.Bali  Causa Iman menjelaskan, pemilihan Desa Songan sebagai pengembangan komoditas bawang merah yang  merupakan salah satu komoditas strategis yang sering kali  menjadi komoditas penyumbang inflasi baik di provinsi Bali maupun nasional. Dominasi lapangan usaha pertanian juga tergambar dari posisi Kabupaten Bangli yang menjadi pemasok utama hasil perkebunan terutama hortikultura di Bali, seperti bawang merah, jeruk , kubis, pisang, sayur dan bahkan pada tahun 2016 Kabupaten Bangli tercatat menyumbang 93 persen dari keseluruhan produksi bawang di Bali.

Untuk itu melihat keseriusan kedepan petani dalam membudidayakan bawang merah ini sangat menjanjikan , Causa Iman merasa pihak BI  sangat yakin  kepada KTT Sari Pertiwi ini, karena dirasa telah tumbuh menjadi kelompok mandiri, professional dan mampu menumbuhkan pengusaha pengusaha muda di bidang pertanian yang dapat menjadi barometer perkembangan pertanian modern di wilayah Desa Songan, dan dapat menjadi role model untuk perkembangan sektor pertanian di daerah wilayah lainnya di Bali.

Lebih lanjut disampaikan Causa Iman, bantuan Program Sosial BI ini berupa rumah pengolahan produk, peralatan pengolahan dan kemasan produk. Disamping itu juga pelatihan dalam pengolahan produk hilirisasi dan desain kemasan telah dilakukan. Sedangkan untuk pendampingan dan pemasaran hasil produk pihaknya tetap memfasilitasi dengan mengikuti berbagai pameran baik lokal maupun nasional.dirinya juga berharap rumah bawang ini berfungsi sebagai sekretariat kelompok, ruang showcase produk , tempat produksi produk hilirisasi dan menjadikan sebagai sekolah lapang bagi kelompok binaan lainnya, dan tentunya dapat dimanfaatkan dengan baik untuk mendukung ketahanan pangan di Provinsi Bali.

Pada kesempatan itu, Sekda Giri  menyampaikan apresiasi yang setinggi tingginya kepada Bank Indonesia (BI) karena pendampingan dan peran sertanya selama ini untuk  Kabupaten Bangli. Salah satunya hasil pertanian bawang merah ini menjadi pendukung TPID Bangli menjadi terbaik dikawasan Indonesia  timur dan sekarang TPID berprestasi di Kawasan Bali dan Jawa. pendampingan dan peran serta BI sangat dibutuhkan di Kabupaten Bangli terlebih untuk meningkatkan taraf ekonomi masyarakat, untuk itu  sekda Giri berharap semoga dalam peresmian rumah bawang ini, akan  semakin menambah kreatifitas, animo dan pola pikir masyarakat untuk kesejahteraan, dan mendukung laju tumbuhnya perekonomian masyarakat Bangli.

Tak henti memohon bantuan pada BI, Sekda Giri sangat berharap pihak BI dapat membangun sebuah bangunan yang memiliki multi fungsi, dimana bangunan  itu nantinya sebagai tempat edukasi dalam rangka pengembangan bawang secara khusus dan tempat pameran hasil hasil pertanian  kabupaten Bangli, yang tentunnya dapat menjadi pusat tujuan destinasi wisata pertanian ramah lingkungan. ( rls/bas)

 

 

Tinggalkan Komentar...