Dewa Made Indra

DENPASAR, balipuspanews.com-Sekda Provinsi Bali dan sekaligus sebagai Ketua Harian Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Provinsi Bali, Dewa Made Indra mengajak masyarakat Bali untuk selalu membawa dan menggunakan hansanitizer atau antiseptik untuk menekan penyebaran Corona Virus Desease (Covid-19) di Bali.

Hal ini disampaikan Dewa Made Indra saat menggelar konferensi pers yang dilaksanakan dan siaran langsung di kantor Diskominfos provinsi bali, Jumat (22/5).

Sebelumnya, Dewa Indra mengajak masyarakat Bali untuk selalu rajin mencuci tangan, menggunakan masker, menjaga jarak, dan menghindari kerumunan untuk memutus mata rantai Covid -19.

Dalam siaran persnya Dewa Made indra mneyebut, bahwa tingkat kesembuhan pasien Covid-19 di Bali dapat dibilang tinggi yakni kalau dipersentase sebesar 74,74 persen.

“Secara akumulatif jumlah masyarakat yang terpapar Covid-19 di Bali berjumlah 380 orang. Dari jumlah yang positif tersebut sudah dapat disembuhkan sebanyak 284 orang. Dan hari ini berhasil disembuhkan sebanyak 4 orang” bebernya.

Dari persentase sebesar 74,74 persen tersebut, tentu berada diatas dari rata-rata nasional. Sedangkan jumlah yang meninggal akibat Covid-19 ini masih tetap berjumlah 4 orang.

Disebut Dewa Indra, jumlah pasien Covid-19 yang masih dalam perwatan sebanyak 92 orang, yang dirawat di 7 rumah sakit dan tempat karantina yang dikelola oleh Pemerintah Provinsi Bali.

Dari jumlah akumulatif sebanyak 380 orang ini terdiri dari 372 orang merupakan WNI dan 8 orang adalah warga negara asing. Dari 380 ini dapat dirinci menurut proses terinfeksinya dapat dirinci, Pertama, terinfeksi menurut imported case sebnyak 5,05 persen atau sebanyak 186 orang.

Sementara yang kedua, terinfeksi karena didaerah terjangkit sebanyak 8,61persen atau angka absolutnya 31 orang. Sedangkan ketiga, 40,70 persen disebabkan karena transmisi lokal sebanyak 152 orang.

Berdasarkan tiga penyebaran infeksi Covid-19 yang diatas, terbanyak disebabkan karena imforted case. Lebih spesifik lagi disebabkan oleh para Pekerja Migran Indonesia (PMI) yang memiliki riwayat perjalanan ke luar negeri yang kini kembali ke Bali.

Dari data tersebut, jumlah positif Covid-19 antara Imforted case dan transmisi lokal berbeda tipis, ini menandakan banyak masyarakat yang belum peduli atau kurang disiplin, dan mengabaikan imbauan pemerintah.

“Tugas kita bersama dalam mengendalikan improted case melalui penjagaan ketat di pintu masuk Bali. Upaya mengendalikan transmisi lokal ini tentu membutuhkan kepemimpinan yang baik antara lain kepemimpin di tingkat provinsi, kabupaten/kota, kecamatan, desa, desa adat, banjar maupun tokoh masyarakat,” jelasnya.

Pasalnya dengan kepemimpinan ini mampu mengajak, meyakinkan, dam mempengaruhi masyarakat untuk disiplin. Maka transmisi lokal dapat di hindari atau dikendalikan.

Penulis/Editor : Budiarta/Artayasa