Sekjen DPR Persilahkan Polisi Usut Iklan Jual Gedung DPR RI

Salah satu tangkapan layar yang memuat iklan jual Gedung DPR
Salah satu tangkapan layar yang memuat iklan jual Gedung DPR

JAKARTA, balipuspanews.com – Pasca pengesahan Omnibus Law RUU Cipta Kerja pada rapat paripurna DPR RI, ada iklan di media sosial yang menjual Gedung DPR/MPR di toko online.

Di salah satu marketplace dengan warna dominan oranye, Gedung DPR dijual seharga Rp. 99 ribu saja. Akun yang menjual menyertakan foto gedung DPR dalam penawarannya.

“Silahkan kalau yang mau beli, kalau saya sih nggak mau,” tulis akun tersebut dalam penawarannya, seperti dilihat, pada Rabu (7/10/2020). Bahkan ada juga yang menjual lebih murah. Gedung DPR beserta isinya cuma dipatok dengan harga Rp 10 ribu.

Gedung DPR dijual juga ada di marketplace warna hijau. Gedung DPR beserta anggotanya dijual Rp 100 ribu di sana. “GEDUNG 80% MASIH BAGUS MINUS ISINYA SUDAH BOBROK,” ujar akun yang menawarkan dalam keterangan produknya.

Menanggapi iklan yang dinilai melecehkan nama lembaga DPR RI tersebut, Sekretaris Jenderal (Sekjen) DPR RI Indra Iskandar berpendapat iklan penjualan gedung DPR itu lelucon yang tidak pada tempatnya.

“Gak apa-apa, itu joke sebagai proses pendewasaan kita walaupun itu tidak lazim, inisiatif saja,” kata Indra Iskandar di Gedung DPR RI Senayan Jakarta, Rabu (7/10/2020).

Ia menegaskan Gedung DPR berada berada satu kompleks dengan Gedung MPR dan DPD RI di kawasan Senayan, adalah aset milik negara.

“Jika ada masyarakat yang mendukung lembaga DPR atau MPR dijual, maka di sisi lain ada juga masyarakat yang kecewa,” ujarnya.

Saat ditanya apakah akan memperkarakan pemasang iklan tersebut, Indra mengatakan pihaknya mempersilahkan jika kepolisian ingin mengusutnya.

“Tanya sama mereka yang beriklan. Tapi ini aset negara. Dan, jika mau diusut, silakan aparat kepolisian menindaklanjuti,” kata Indra.

Penulis/Editor : Hardianto/Oka Suryawan