I Made Gde Putra Wijaya
I Made Gde Putra Wijaya
sewa motor matic murah dibali

DENPASAR, balipuspanews.com- Pemprov Bali berencana membangun enam unit SMA/SMK Negeri se-Bali, tiga unit di antaranya di bangun di Kota Denpasar. Hal ini direspon oleh pengamat pendidikan asal Badung, I Made Gde Putra Wijaya.

Putra mengaku mendukung rencana tersebut, hanya saja menurut dia, di kota besar seperti Badung dan Denpasar tidak tepat membangun sekolah negeri baru.

Karena jumlah sekolah swasta di dua kawasan itu cukup untuk mengakomodir calon peserta didik yang tidak tertampung di sekolah negeri. “Saya dukung rencana itu. Tapi sebaiknya di luar Denpasar dan Badung. Sebab sekolah swasta sudah banyak, tinggal memperkuat kemitraan,” kata Putra, Minggu (20/10/2019) di Denpasar.

Menurut pemerhati pendidikan Putra Wijaya, yang juga Ketua YPLP Kabupaten PGRI Badung ini, khusus di Denpasar dan Badung, pemerintah tinggal memperkuat kemitraan dengan sekolah swasta. Misalnya dengan menambah ‘sharing’ anggaran, sehingga masyarakat yang sekolah di swasta tidak merasa terbebani oleh biaya pendidikan.

“Selain lahan terbatas, di Badung dan Denpasar ini sudah banyak ada sekolah swasta. Pemerintah tinggal memperkuat kemitraan, bila perlu menjamin sekolah di swasta juga gratis, seperti di negeri. Jadi jangan “bunuh” swasta pelan-pelan,” kata Putra.

Seperti diketahui, untuk Kota Denpasar dan Badung sudah ada beberapa sekolah swasta yang terbukti sudah memberikan kontribusi bagi pembangunan sumber daya manusia (SDM) yang kualitasnya juga terjamin.

Disebut Putra, bantuan berupa dana Bantuan Operasional Sekolah (BOS) dari APBN dinilai masih terlalu kecil, apalagi setelah pengambilalihan pengelolaan SMA/SMK dari kabupaten ke provinsi, SMA/SMK swasta belum menerima BOS Pendamping dari APBD.

Sehingga sekolah swasta tidak bisa berkutik, kecuali menaikkan biaya SPP. Sedangkan di sekolah negeri terbangun ‘mindset’ serba gratis. Hal ini juga yang memicu sejumlah sekolah swasta harus ‘gulung tikar’.

Sebagai salah satu pimpinan yayasan penyelenggara lembaga pendidikan swasta, Putra menilai tidak terlalu dilibatkan dalam hal kajian hingga keputusan oleh pemerintah daerah. Padahal swasta bukan ‘musuh’ pemerintah. “Kami merasa sekolah swasta adalah mitra yang diabaikan,” sentilnya.

Seperti diketahui, Pemprov Bali berencana membangun enam SMA/SMK negeri baru, yakni SMAN 9 Denpasar di Denpasar Timur, SMAN 10 di Denpasar Selatan, SMKN 6 di Denpasar Timur. SMAN 1 Sukawati di Gianyar, SMAN2 Abang di Karangasem dan SMKN 2 Kubu di Karangasem. (bud/bpn/tim)