Pembelajaran Tatap Muka Mulai Dibuka di Jembrana

- Advertisement -
- Advertisement -

JEMBRANA, balipuspanews.com – Setelah setahun belajar di rumah, siswa SD dan SMP mulai Rabu (5/5/2021) bisa bertemu guru dan temanya di sekolah. Pembelajaran Tatap Muka (PTM) terbatas jenjang SD dan SMP Negeri/Swasta se- Jembrana resmi dibuka Bupati Jembrana I Nengah Tamba. Launching ditandai pembukaan tirai di SMP Negeri 1 Negara dan SD Negeri 1 Baler Bale Agung.

Bupati Jembrana I Nengah Tamba mengatakan, dibukanya PTM (Pembelajaran Tatap Muka) sudah melalui diskusi dan kajian yang panjang. Sebelumnya dalam koordinasi dengan Gubernur Bali juga telah mengijinkan terkait akan diberlakukannya PTM di Jembrana, akan tetapi dengan catatan harus dilakukan pengawasan dan monitoring dari guru terhadap murid dalam hal disiplin protokol kesehatan.

“Adapun indikator utama yang mendasari pelaksanaan pembelajaran tatap muka ini, diantaranya adanya keluhan masyarakat terhadap pembelajaran daring yang tidak bisa terlaksana secara optimal, keterbatasan kemampuan orang tua dalam melakukan pendampingan belajar di rumah, hilangnya humanisme guru dengan siswa selama pelaksanaan belajar secara daring, para orang tua/wali murid mengijinkan pelaksanaan PTM secara terbatas dan sebagian besar guru dan tenaga kependidikan juga sudah mendapatkan vaksinasi sehingga diharapkan memiliki imunitas yang bagus ketika melaksanakan kegiatan pembelajaran tatap muka terbatas,” jelasnya.

BACA :  Dorong Sport Tourism, Wawali Arya Wibawa Raih Penghargaan Special Recognition Award – Outstanding Leadership in Advancing Sport Tourism in Bali 2026

Bupati Tamba juga menjelaskan, dibukanya PTM di Jembrana juga tak lepas dari menurunnya kasus Covid-19 di Jembrana. Bahkan dalam akhir-akhir ini Jembrana nihil kasus positif Covid-19.

“Maka dari itu hari ini kita launching pembelajaran tatap muka secara terbatas di seluruh SD dan SMP di Jembrana. Sebelum kita launching, tadi juga saya sudah cek kesiapan sekolah terkait fasilitas dalam pembelajaran tatap muka, seperti fasilitas kesehatan sekolah (UKS), fasilitas cuci tangan serta masing-masing ruangan kelas juga saya cek kapasitas ruang kelas dan jarak antar siswa duduk. Semua aman dan sudah sesuai disiplin protokol kesehatan,” ungkapnya.

Namun, bila terjadi kasus terkonfirmasi positif Covid-19 di sekolah, Bupati mengatakan akan segera berkoordinasi dengan Satgas dan Dinas terkait untuk segera dilakukan evaluasi.

“Apabila terjadi kasus kita akan evaluasi kembali tergantung situasi dan kondisi di lapangan. Tapi saya yakin, dengan prokes yang ketat dan selalu dikontrol dan diawasi hal tersebut tidak akan terjadi. Sistem PTM di sekolah ini kita harapkan dapat membangkitkan minat belajar para siswa yang selama ini rindu ingin belajar dan bertatap muka langsung dengan teman dan gurunya di sekolah. Semoga pelaksanaan PTM secara terbatas ini berlangsung lancar dan aman kedepannya,” harapnya.

BACA :  BPJS Kesehatan Perkuat Mutu dan Efisiensi Pelayanan dalam Program JKN

Sementara Kepala Sekolah SMP Negeri 1 Negara I Made Riantori mengatakan, pelaksanaan PTM dilakukan dengan menerapkan ketentuan-ketentuan protokol kesehatan dengan lima syarat, yakni memakai masker yang standar, mencuci tangan dengan sabun dan air mengalir, menjaga jarak, menghindari kerumunan, membatasi mobilitas dan interaksi, kapasitas peserta didik maksimal 50% di setiap ruangan.

Untuk siswa dengan kondisi yang kurang sehat dan mengalami gejala batuk/pilek maka akan disarankan untuk sementara tidak mengikuti kegiatan belajar mengajar tatap muka sampai kondisinya sehat kembali.

“Kami juga memastikan sarana dan prasarana pendukung protokol kesehatan di sekolah kami sesuai dengan standar yang dibutuhkan dalam protokol kesehatan, seperti thermogun, tersedianya tempat cuci tangan yang memadai, toilet bersih, penyemprotan disinfektan secara berkala serta memastikan jumlah ketersediaan masker untuk siswa dan tenaga pendidik,” ujarnya.

Seluruh siswa yang mengikuti pembelajaran tatap muka juga harus mendapatkan persetujuan dari orang tua terlebih dahulu. Hal ini demi kepentingan psikologis dan kesiapan bersama. Tenaga pendidik juga sudah semua mendapatkan vaksinasi agar dapat melaksanakan pembelajaran dengan aman dan nyaman.

BACA :  Atap Bangunan SDN 3 Kalibukbuk Ambruk Dihantam Angin Kencang

“Penerapan kegiatan belajar mengajar nantinya akan berjalan dengan sistem blended learning. Yakni perpaduan antara kegiatan belajar mengajar tatap muka dan daring, sampai pelaksanaan pendidikan di kabupaten Jembrana berangsur normal kembali. Kami berharap penerapan kegiatan belajar mengajar tatap muka dengan protokol kesehatan dapat mendukung kegiatan pembelajaran dan meningkatkan semangat belajar siswa,” imbuhnya.

Penulis : Anom

Editor : Oka Suryawan

Follow Balipuspanews.com untuk mendapatkan informasi terkini. Klik WhatsApp Channel & Google News
RELATED ARTICLES

ADS

- Advertisment -
- Advertisment -

Most Popular