Jumat, Juli 19, 2024
BerandaBangliSelama Tahun 2020, Polres Bangli Ungkap 22 Kasus Narkoba dengan 28 Tersangka

Selama Tahun 2020, Polres Bangli Ungkap 22 Kasus Narkoba dengan 28 Tersangka

BANGLI, balipuspanews.com – Satuan Reserse Narkoba Polres Bangli mengungkap sejumlah peredaran narkoba dengan berbagai jenis di tahun 2020 terutama selama pandemi Covid-19. Artinya pandemi tak menyurutkan para mafia atau pelaku narkoba untuk mengedarkan barang terlarang tersebut bahkan hingga ke daerah pegunungan dan perbukitan seperti Bangli.

Tercatat peredaran dan konsumsi sabu-sabu meningkat dari 3,39 gram di tahun 2019 menjadi 5,1 gram di tahun 2020. Sementara untuk barang bukti ganja tahun 2019 sebanyak 6,45 gram dan jenis narkoba lainnya nihil.

Sedangkan selama pandemi, barang bukti ganja yang berhasil disita ada 6,25 gram dan 3 butir atau 2,14 gram ekstasi. Dari jumlah tersebut, maka kasus narkoba yang terungkap di Bangli selama pandemi corona atau di tahun 2020 naik 83,3 persen dengan jumlah 22 kasus dan tersangka 28 orang. Sedangkan di tahun 2019 ada 12 kasus.

Dengan kondisi ini, tentu menjadi warning terutama masyarakat agar selalu waspada dan bersama-sama memerangi narkoba.

“Mari selamatkan diri sendiri dan orang terdekat kita, agar sama-sama menjauhi narkoba. Jangan ada keinginan asal coba-coba atau gagah-gagahan, karena yang rugi diri-sendiri dan itu akan berlangsung lama,” tegas Kapolres Bangli AKBP I Gusti Agung Dhana Aryawan dalam keterangan pers akhir tahun di Mapolres Bangli, Selasa (29/12/2020).

BACA :  Pedagang Kaki Lima di Denpasar Ditertibkan

Sementara itu dari catatan Bareskrim Mabes Polri, secara nasional peredaran sabu naik hingga 119% selama pandemi corona. Data Bareskrim memperlihatkan peredaran sabu dari Januari hingga November 2020 sebanyak 5,91 ton, naik lebih dari dua kali lipat dari periode Januari-Desember 2019 yang sebanyak 2,7 ton.

Selain sabu, konsumsi tembakau gorila juga mengalami peningkatan drastis selama pandemi corona. Bahkan melebihi dari sabu, yakni naik 722,5 persen dari periode Januari-Desember 2019 ke periode Januari-November 2020.

Peredaran tembakau gorila di 2019 hanya tercatat 12,92 kilogram, sementara di 2020 mencapai 139,92 kilogram. Konsumsi tembakau gorila umumnya beredar di kalangan remaja berstatus pelajar. Hal itu tidak terlepas dari kebiasaan remaja yang suka mencoba barang baru. Barang haram tersebut, umumnya dipasok lewat jalur laut kemudian disuplai lewat jalur darat ke berbagai daerah.

Selain narkoba, angka kriminalitas lainnya di Kabupaten Bangli selama pandemi corona ini juga mengalami kenaikan tajam terutama kasus pencurian kendaraan bermotor (curanmor) yang naik hingga 200 persen dari tahun sebelumnya.

BACA :  Operasi Kepolisian Digelar Serentak, Polres Badung Utamakan Penegakan Hukum

“Kasus kriminalitas tahun 2020 didominasi curanmor 9 kasus sedangkan tahun lalu hanya 3 kasus. Dari 9 laporan, 8 diantaranya sudah berhasil kami ungkap,” sebut Kapolres Bangli.

sementara itu, Agung Dhana menambahkan, untuk kasus curat di tahun 2020 mengalami penurunan hingga 56,25 persen.

“Yakni hanya 7 kasus dibandingkan tahun lalu dengan 16 kasus. Semua kasus sudah berhasil diungkap termasuk sisa kasus dari tahun lalu,” jelas Perwira dua melati dipundak ini.

Penulis : Komang Rizki

Editor : Oka Suryawan

RELATED ARTICLES

ADS

- Advertisment -

Most Popular