DENPASAR, balipuspanews.com – Per Selasa (30/6/2020), pelaksanaan penjagaan di delapan titik perbatasan masuk ke Kota Denpasar tidak lagi diperpanjang.

Adapun pelaksanaannya tidak lagi diperpanjang karena pengawasan tim terpadu yang terdiri dari Dinas Perhubungan, Satpol PP, Polresta Denpasar, dan Pecalang mulai berfokus kepada pengawasan pedagang yang masuk dari luar Denpasar menuju Pasar tradisional di Denpasar.

Penjagaan dan pengawasan yang dimulai 15 Mei 2020 lalu itu merupakan salah satu kegiatan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PKM).

Kepala Dinas Perhubungan Kota Denpasar, I Ketut Sriawan saat dihubungi, Rabu (1/7/2020) mengatakan, penjagaan di perbatasan telah berlangsung selama 1,5 bulan.

Berdasarkan pelaksaan penjagaan tersebut, puluhan ribu pengendara atau warga sudah ditindak secara administratif sehingga banyak masyarakat yang dianggap sudah mulai disiplin menerapkan protokol kesehatan saat masuk Denpasar.

Dikatakan olehnya, setelah masa pelaksanaan PKM di Perbatasan berakhir, pihaknya bersama tim terpadu lainnya melakukan pengawasan pedagang dari luar Denpasar yang masuk ke Pasar Tradisional di Denpasar.

Hal ini dilakukan sebagai langkah antisipasi terjadinya lonjakan kembali penyebaran Covid-19 di Pasar tradisional yang disebabkan oleh pedagang luar Denpasar.

Pihaknya menambahkan, mereka yang dari luar Denpasar terutama pedagang bermobil akan diperiksa kelengkapan rapid test yang diwajibkan oleh pemerintah Denpasar nantinya.

“Juga terkait periksaan identitas dan izin kerjasama dengan pengelola pasar. Hal itu dilakukan untuk memperketat pedagang dari luar Denpasar agar masuk ke pasar aman dari Covid-19,” jelasnya.

Terlebih lagi, belakangan Pemkot Denpasar sudah gencar melakukan rapid test dan swab test untuk mengetahui pedagang yang positif Covid-19.

Dimana, pedagang yang dinyatakan positif Covid-19 langsung diisolasi dan diberi perawatan.

Sehingga, penyebaran Covid-19 di pasar tradisional saat ini sudah cenderung menurun.

Hal ini tak terlepas dari tujuannya agar pasar tradisional tidak terganggu lagi dengan kedatangan pedagang dari luar tanpa membawa surat rapid test negatif.

“Kalau dibiarkan tanpa membawa surat rapid dikhawatirkan akan menimbulkan keresahan kembali. Itu sebabnya kenapa kami membantu pemeriksaan kepada pedagang luar yang masuk ke Denpasar,” ungkanya.

Sementara itu, pihaknya juga mengaku sudah berkoordinasi dengan desa atau kelurahan dan pihaknya akan membantu Satgas Gotong Royong penanganan Covid-19 di desa/kelurahan untuk melakukan pengawasan.

Dari data pelaksanaan PKM di perbatasan, pihaknya sudah menindak dengan memutar balikan pengendara sebanyak 34.383 pengendara tanpa surat keterangan dan tanpa tujuan jelas masuk ke Denpasar.

Kemudian pihaknya juga menindak sebanyak 1.734 pengendara tanpa menggunakan masker, 21 orang dengan suhu tubuh diatas 38 derajat celcius.

Sebanyak 1.180 orang juga dirapid test, 40 orang yang mengaku mudik, dan 38 orang yang kedapatan ingin pulang kampung.

Terkait hal itu, petugas Dishub juga akan tetap melakukan patroli rutin ke titik-titik pintu masuk utama Kota Denpasar.

Karenanya, setelah pelaksanaan pengawasan selesai, pintu masuk utama juga tidak ditinggalkan tanpa pengawasan begitu saja.

Penulis: Ni Kadek Rika Riyanti