Pertemuan dadakan pengurus, pelatih dan atlit karate FORKI Buleleng.
sewa motor matic murah dibali

SINGARAJA, balipuspanews.com — Seleksi atlet cabang olahraga (Cabor) karate untuk tim Pra-PON Bali yang dilaksanakan Federasi Olahraga Karate-Do Indonesia (FORKI) Provinsi Bali di GOR Lila Buana Denpasar, pada Sabtu (12/10) membuat gerah pengurus FORKI Kabupaten Buleleng. Pasalnya, kebijakan FORKI Provinsi Bali itu, dinilai tidak sesuai dengan mekanisme dan ketentuan yang berlaku.

Ketua Umum (Ketum) FORKI Buleleng, dr. Ketut Putra Sedana, Sp.OG., didampingi Sekretaris FORKI Buleleng Putu Arga serta para pelatih dan atlet menegaskan, Buleleng merasa kecewa dengan seleksi yang dilakukan di tingkat Provinsi untuk tim Pra PON yang tidak sesuai dengan mekanisme dan ketentuan yang berlaku.

Seperti diketahui, kontingen Buleleng meraih Juara Umum pada Cabor Karate di Porprov Bali XIX di Tabanan. Namun, hasil itu tidak dijadikan parameter seleksi tim Pra PON Bali.

Pria akrab disapa dokter Caput mengatakan, atas hasil seleksi Pra PON yang telah dilakukan itu, diharapkan untuk ditinjau ulang kembali karena telah menciderai proses sportivitas termasuk nantinya Buleleng akan menyatakan sikap secara tegas bila tidak ada perubahan.

Andre Wahyudi yang meraih emas pada ajang Porprov Bali di Tabanan mengaku kecewa dengan seleksi yang kembali dilakukan FORKI Bali untuk mengisi team Pra PON Bali, bahkan dirinya melihat ada sejumlah kejanggalan dalam proses yang dilakukan sejak awal.

Memastikan protes yang dilakukan mendapat tanggapan secara serius, Pengurus Kabupaten (Pengkab) FORKI Buleleng pun segera akan melayangkan surat secara resmi ditujukan kepada Pengprov FORKI Bali.

Nah, jika langkah itupun tidak ditanggapi, maka FORKI Buleleng akan menyatakan sikap secara tegas yang tentunya akan dikoordinasi dengan KONI Kabupaten Buleleng.