Seluruh Fraksi DPRD Denpasar Setujui Ranperda APBD 2023

Rapat Paripurna DPRD Kota Denpasar ke-14 Masa Persidangan III tahun 2022 yang berlangsung di Gedung DPRD Denpasar, Jumat (7/10/2022)
Rapat Paripurna DPRD Kota Denpasar ke-14 Masa Persidangan III tahun 2022 yang berlangsung di Gedung DPRD Denpasar, Jumat (7/10/2022)

DENPASAR, balipuspanews.com – DPRD Kota Denpasar, pada Jumat (7/10/2022) menggelar Rapat Paripurna ke-14 Masa Persidangan III tahun 2022 dengan agenda pandangan umum dan pendapat akhir Fraksi DPRD Denpasar terhadap Rancangan Peraturan Daerah (Ranperda) tentang Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Tahun Anggaran 2023 di Gedung DPRD Denpasar.

Pelaksanaan rapat yang berlangsung secara offline dihadiri Wali Kota Denpasar, I Gusti Ngurah Jaya Negara, Sekda Kota Denpasar Ida Bagus Alit Wiradana, Forkopimda Denpasar, serta pimpinan OPD terkait Pemkot Denpasar.

Pandangan umum pertama disampaikan Fraksi PDI Perjuangan yang dibacakan I Wayan Sutama, bahwa Rancangan Peraturan Daerah Kota Denpasar tentang anggaran pendapatan dan belanja daerah Kota Denpasar tahun anggaran 2023 dapat disetujui dan ditetapkan menjadi peraturan daerah Kota Denpasar, serta disahkan sesuai dengan tata cara dan ketentuan yang berlaku.

Terkait dengan wajib pajak, Fraksi PDI Perjuangan menyarankan perlunya melakukan pengawasan yang ketat dan melekat terhadap wajib pajak dan wajib retribusi meningkatkan transparansi dan optimalisasi pendapatan daerah dari sektor pajak dan retribusi daerah.

Kedua disampaikan Fraksi Nasdem-PSI yang dibacakan I Wayan Gatra yang menyampaikan bahwa dapat menyetujui rancangan Peraturan Daerah Kota Denpasar tentang anggaran pendapatan dan belanja daerah kota denpasar tahun anggaran 2023 untuk ditetapkan dan disahkan menjadi peraturan daerah (Perda) Kota Denpasar, sesuai dengan tata cara dan ketentuan peraturan perundang undangan yang berlaku.

Baca Juga :  Buka Pentas Bintang Pendidikan, Bupati Suwirta Harap Guru Ikuti Perkembangan Zaman dan Tingkatkan Kompetensi

“Kami Fraksi Nasdem – PSI menekankan agar setiap OPD benar-benar optimal dalam pemanfaatan anggaran sehingga program yang dilaksanakan maupun direncanakan dengan cermat adalah kebutuhan masyarakat luas terutama pada bidang vital seperti bidang kesehatan dan bidang ekonomi yang berperan sebagai pengungkit terjadinya pertumbuhan ekonomi,” ujarnya.

Pandangan umum ketiga disampaikan Fraksi Gerindra yang dibacakan I Ketut Sudana menyampaikan bahwa dalam pidato pengantar Wali Kota Denpasar tanggal 2 September 2022 dan telah menyampaikan nota keuangan anggaran pendapatan belanja daerah Kota Denpasar yang penyusunannya berpedoman pada petunjuk serta arahan dari kementerian terkait.

Sementara pandangan umum atas belanja tahun anggaran 2023 belanja yang disusun berdasarkan pendekatan prestasi kerja yang berorientasi pada pencapaian hasil dari input yang direncanakan bertujuan untuk meningkatkan akuntabilitas perencanaan anggaran serta memperjelas efektivitas dan efisiensi penggunaan anggaran.

“Maka kami Fraksi Gerindra DPRD Kota Denpasar dapat menyetujui Ranperda tentang Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah Kota Denpasar tahun anggaran 2023 untuk selanjutnya dapat ditetapkan menjadi Perda Kota Denpasar sesuai dengan nekanisme yang berlaku,” ujarnya.

I Made Sukarmana dari Fraksi Partai Demokrat menyampaikan Pandangan Umum dan Pendapat Akhir Fraksi menyampaikan dalam Raperda tentang rancangan anggaran pendapatan dan belanja daerah Kota Denpasar tahun anggaran 2023 maka hasil rapat internal Fraksi Partai Demokrat DPRD Kota Denpasar dapat menerima dan menyetujui Raperda Tentang Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah Kota Denpasar Tahun Anggaran 2023 untuk ditetapkan menjadi Peraturan Daerah sesuai mekanisme serta aturan yang berlaku.

Baca Juga :  Diduga Dalam Pengaruh Miras, Wisatawan Asal Maladewa Ceburkan Diri ke Pantai Lebih

Pandangan Umum dan pendapat akhir Fraksi ke lima disampaikan Fraksi Partai Golkar yang dibacakan I Wayan Suwirya menyampaikan bahwa menyikapi semua dinamika proses pembahasan dengan tim APBD serta kondisi umum yang melatarbelakangi anggaran pendapatan dan belanja Daerah Kota Denpasar tahun anggaran 2023,

Fraksi Partai Golkar menyatakan dapat menerima Ranperda APBD tahun 2023 tersebut untuk ditetapkan menjadi Peraturan Daerah Kota Denpasar sesuai dengan mekanisme peraturan perundang-undangan yang berlaku.

“Kami dari Fraksi Partai Golkar secara umum mengapresiasi kinerja Pemerintah Kota Denpasar yang dipimpin saudara walikota sehingga pendapatan daerah dalam APBD tahun 2023 terus bertumbuh menuju ke arah perbaikan dari tahun sebelumnya dan kami berharap semangat yang sama juga dimiliki oleh manajemen Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) untuk memberikan kontribusi positif dalam pemulihan ekonomi Kota Denpasar,” ujarnya.

Baca Juga :  Brida Gelar Desiminasi Hasil Sensus, Wujudkan Database Adat

Sementara Wali Kota Denpasar, I Gusti Ngurah Jaya Negara menyampaikan apresiasi yang setinggi tingginya dan ucapan terima kasih kepada pimpinan dan segenap anggota dewan yang terhormat atas kesungguhan,

kerja keras dan kerjasamanya sehingga Rancangan Peraturan Daerah tentang Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Kota Denpasar tahun anggaran 2023 dapat disepakati.

Walaupun terkadang terjadi perbedaan pendapat yang diakibatkan perbedaan sudut pandang dalam mencermati sebuah permasalahan, tetapi justru perbedaan sudut pandang tersebut menjadi masukan yang sangat bagus untuk kesempurnaan Rancangan APBD kita ini.

“Mengingat dalam pendapat akhir Fraksi masih ada catatan-catatan yang disampaikan baik berupa usul saran maupun komentar, maka terhadap hal-hal tersebut akan menjadi perhatian kami untuk dikaji dan ditindaklanjuti sesuai urgensi dan manfaatnya,

dengan tetap berpedoman pada peraturan perundang-undangan yang berlaku guna perbaikan penyelenggaraan pemerintahan, pembangunan, serta peningkatan pelayanan kepada masyarakat,” ujarnya.

Untuk tahun 2023 Pendapatan Daerah dirancang sebesar Rp 2,083 triliun, sementara Belanja Daerah dirancang RP 2.31 triliun, sehingga terjadi defisit sebesar Rp234,98 miliar.

Rencana defisit ini akan ditutupi dari penerimaan pembiayaan daerah yang bersumber dari perkiraan Silpa tahun 2022 sebesar Rp 234,98 miliar.

Penulis: Gde Candra

Editor: Oka Suryawan