Semangka Unggul Hasilkan 40 Ton Perhektar

Pelaksanaan kegiatan panen semangka di Subak Yehbuah, Desa Penyaringan, Kecamatan Mendoyo, Kabupaten Jembrana
Pelaksanaan kegiatan panen semangka di Subak Yehbuah, Desa Penyaringan, Kecamatan Mendoyo, Kabupaten Jembrana

JEMBRANA, balipuspanews.com – Buah semangka yang dihasilkan petani di Jembrana memiliki keunggulan tersendiri. Sehingga buah semangka Jembrana itu sangat laku di pasaran.

Nengah Sueri seorang pengepul/pembeli semangka mengatakan Jembrana memiliki semangka dengan kualitas unggul yang digemari oleh para konsumen bukan hanya di Bali namun juga di pulau Jawa.

“Kita ambil semangka di seluruh Jembrana, semangka Jembrana sudah terkenal memiliki kualitas unggul. Saya bisa beli sampai 40 ton semangka perhari tergantung pada hasil panen dari petani dan pengiriman kita sampai Surabaya, Jawa Tengah, Jawa Timur dan pengiriman lokal ke Denpasar dan Singaraja,” ungkapnya.

Harga jual semangka stabil serta memiliki harga yang cukup tinggi, sehingga keuntungan bertani semangka sangat menjanjikan namun juga perlu modal yang tidak sedikit.

“Perkilo semangka bisa kita jual Rp 5.000 di pasar, untuk petani keuntungannya lumayan, misalkan satu lahan dengan modal empat puluh juta rupiah keuntungannya bisa mencapai sepuluh juta rupiah sekali panen, jadi untuk satu lahan  keuntungan dari modal yang dikeluarkan bisa mencapai dua puluh persen hanya dalam dua bulan saja,”jelasnya.

Bupati Jembrana, I Nengah Tamba, yang ikut panen semangka di Subak Yehbuah, Desa Penyaringan, Kecamatan Mendoyo, Kabupaten Jembrana, Kamis (19/1/2023) menyampaikan komuditi semangka musim panen tahun ini diperkirakan dapat menyerap lebih dari 700 tenaga kerja di Jembrana, sehingga hal tersebut sangat berpengaruh terhadap pertumbuhan ekonomi masyarakat.

“Kita perlu syukuri dalam suasana tekanan ekonomi dewasa ini, petani kita tetap bisa eksis, kita punya 800 hektar lahan pertanian semangka di Jembrana, musim panen tahun ini akan dapat menyerap lebih dari 700 tenaga kerja di Jembrana,” ungkapnya.

Bupati Tamba mengatakan hasil panen dapat mencapai 40 ton dalam 1 hektar lahan pertanian.

“Ini adalah hasil panen para petani kita, dari lahan seluas 1 hektar dapat menghasilkan 30 sampai 40 ton semangka sekali panen dengan jangka waktu hanya 2 bulan dari menanam bibit hingga masa panen,” ungkapnya.

Pihaknya menjamin akan membantu petani dari sisi permodalan dengan mengandeng pihak perbankan untuk memberi pinjaman modal kepada para petani.

“Saya sudah mengkondisikan bagaimana perbankan harus turun ke petani, membantu memberikan permodalan karena dalam waktu dua bulan. Astungkara hasil panen bagus, hasil panen terjual dan keuntungan juga sudah didapat, sehingga akan terjadi perputaran ekonomi,”jelasnya.

Pihaknya menghimbau para petani untuk membentuk kelompok petani semangka sehingga pemerintah mudah mendata untuk penyaluran bantuan.

“Bapak dan ibu buat kelompok petani semangka, nanti kita bantu pupuk dan bibit semangka dari dinas pertanian,” ungkapnya.

Penulis: Anom
Editor: Oka Suryawan

Redaksi | Pasang Iklan | Pedoman Media Siber | Kode Etik Jurnalistik | Privacy Policy | Copyright | About Us
Member of
balipuspanews android aplikasi
sewa mobil termurah dibali
sewa motor matic murah dibali