Menkes RI, Nila F. Moeloek
Advertisement
download aplikasi Balipuspanews di google Playstore

Jakarta, balipuspanews. com – Terapi sel punca diberikan untuk pasien yang sangat membutuhkan.

Hal ini dikarenakan masih dalam tahap penelitian. Terapi stem cell ini bersifat meregenerasi sel yang nantinya akan berkembang dan beradaptasi menjadi sel lain sesuai kebutuhan pasien.

Dokter peneliti dari Rumah Sakit Cipto Mangunkusumo Jakarta, dr Rahyussalim, SpOT, mengatakan sel punca itu diambil dari bagian tubuh kita yaitu dari sel lemak, sumsum tulang belakang, atau sel tali pusar.

“Satu sel harganya 2,2 rupiah. Pelayanan tiap penyakit itu berbeda jumlah sel yang diberikan kepada pasien, misalnya untuk glaukoma, diberikan sebanyak 2 juta sel. Ada juga yang membutuhkan 10 juta sel, tergantung dari penyakit pasien,” kata dr Rahyussalim di Gedung CMU 2 RSCM Jakarta, Sabtu (24/11).

Berbagai kasus penyakit bisa disembuhkan melalui terapi stem cell. Mulai dari kasus patah tulang gagal sambung, defek tulang panjang, kelumpuhan anak, osteoarthitis, diabetes melitus, luka bakar, hingga jantung.

Sementara itu Menkes RI, Nila F. Moeloek mengatakan Rumah Sakit Cipto Mangunkusumo (RSCM) merupakan salah satu rumah sakit yang ditunjuk oleh Kementerian Kesehatan sebagai Rumah Sakit Pengembangan, Pelayanan Medis, Penelitian dan Pendidikan Bank Jaringan dan Sel Punca atau Stem Cell.

“Untuk menjalankan tugas dan amanah dibentuk Unit Pelayanan Terpadu (UPT) Teknologi Kedokteran Sel Punca RSCM bekerjasama dengan Fakultas Kedokteran UI dan PT. Kimia Farma (Persero) Tbk.” ungkap Menkes.

Lebihlanjut Menkes Nila Moeloek mengatakan kerja sama pengembangan stem cell sangat penting bagi perkembangan dunia medis di Indonesia. (Ivan/bpn/tim)

Advertisement

Tinggalkan Komentar...