Sempat Diamankan, Bule Belanda Pecahkan Pintu Kaca Circle K Dilepas Karena Depresi

Bule Belanda yang merusak minimarket Circle K di kawasan Pererenan, Mengwi, Badung
Bule Belanda yang merusak minimarket Circle K di kawasan Pererenan, Mengwi, Badung

MENGWI, balipuspanews.com – Minimarket Circle K di kawasan Pererenan, Mengwi, Badung, dirusak oleh seorang bule Belanda bernama Fransisco Smith alias Yannick,26. Bule yang diketahui depresi itu mengamuk dan memecahkan kaca pintu toko hingga hancur berantakan.

Peristiwa itu terjadi Senin (6/12/2021) pagi. Terlihat Fransisco datang ke minimarket Circle K di kawasan Pererenan, Mengwi, seorang diri. Belum diketahui apa penyebab mengamuknya bule tersebut. Ada yang menduga Fransisco lagi mabuk dan ada yang mengatakan ia datang karena kelaparan.

Soal ini, Kapolsek Mengwi AKP I Nyoman Darsana membenarkan Fransisco sudah diamankan oleh bhabinkamtibmas dan Satpol PP Badung. Ia diamankan karena memecahkan kaca pintu toko Circle K.

“Saat kejadian dia sudah diamankan karena berulah,” ungkap AKP Darsana, Selasa (6/12/2021).

Diungkapkannya, Francisco datang ke minimarket Circle K untuk meminta minuman dan roti pada Minggu (5/12/2021) sekitar pukul 23.55 WITA. Pasalnya, Fransisco mengaku sudah tidak punya uang lagi akibat terkena dampak pandemi covid-19.

Baca Juga :  205 Warga Binaan Lapas Singaraja Terima Remisi Kemerdekaan

“Dia datang ke minimarket maunya minta roti karena sudah tidak ada uang,” ujarnya.

Namun, lantaran sudah larut malam minimarket tersebut sudah tutup. Sehingga penjaga toko enggan memberikan makanan dan memintanya untuk datang kembali keesokan harinya.

“Kalau soal dia mabuk saya tidak tahu. Tapi dari keterangan bhabinkamtibmas dia minta minum air mineral, bukan alkohol. Tapi karena toko tutup, penjaga tidak memberikannya,” terang AKP Darsana.

Nah, keesokan harinya sekitar pukul 08.00 WITA, Fransisco benar-benar memenuhi janjinya datang lagi. Kali ini dia datang sambil mengamuk memecahkan kaca pintu toko hingga hancur berantakan.

Setelah itu, dia langsung pulang ke villa tempatnya tinggal daerah Banjar Pengembangan, Pererenan. Namun tas miliknya ditinggal di lokasi. Penjaga yang mengetahui pintu toko dipecahkan segera melaporkan ke pihak bhabinkamtibmas setempat.

Baca Juga :  Meriahkan HUT RI ke-77, Sekda Adi Arnawa Hadiri Acara Kreativitas Lomba di Banjar Bumi Mekar Sari

Hasil penyelidikan, Fransisco diamankan di tempat tinggalnya di Pererenan. Disana ada juga temannya dari Belanda bernama De Goerderen Nikolaus,26, ikut memberikan klarifikasi.

Ketika diperiksa, Fransisco tidak mau bicara sedikit pun. Belakangan diketahui ternyata bule ini mengamuk karena mengalami depresi.

“Kata temannya, Fransisco sudah tiga hari depresi karena kehabisan uang. Ini akibat situasi Covid-19, mungkin mau pulang juga tidak bisa, setelah ditolak minta minum itu jadinya begini,” sebutnya.

Dalam kondisi depresi saat diamankan, Francisco terus mengamuk tidak jelas. Sehingga dia diserahkan ke Satpol PP Badung dan lanjut dibawa ke RSD Mangusada, Kapal, Mengwi untuk dirawat.

Untuk kasus pengerusakan di pintu toko berakhir damai. Teman bule tersebut bersedia mengganti kerugian. Bahkan pihak toko tidak melaporkan kejadian.

Baca Juga :  HUT RI ke-77, Masyarakat Diajak Pulih Lebih Cepat Bangkit Lebih Kuat

“Antara pihak toko dan teman bule itu sudah damai karena bule itu depresi bukan mau merampok,” bebernya.

Sementara ini kata Kapolsek Darsana, pihak Satpol PP disebut sedang berkoordinasi dengan Konsulat Belanda dan Imigrasi untuk proses selanjutnya. Dari pihak Konsulat Belanda menyarankan Francisco agar dirujuk ke RSUP Sanglah, Denpasar karena sudah memiliki MoU.

Keterangan terpisah, Kasatpol PP Badung, IGA Ketut Suryanegara membenarkan Fransisco sudah dibawa ke rumah sakit untuk dilakukan penanganan medis.

“Dia sudah bawa ke RSUD Mangusada Kapal saja karena depresi,” ujarnya kepada wartawan.

Penulis : Kontributor Denpasar 

Editor : Oka Suryawan