Sempat Dikabarkan Hilang, WNA Argentina Akhirnya Ditemukan Tak Bernyawa

Petugas tim gabungan saat melakukan evakuasi terhadap jenazah WNA berasal dari Argentina bernama Pablo Augusto (38) dan menetap sementara didaerah Ubud, Gianyar
Petugas tim gabungan saat melakukan evakuasi terhadap jenazah WNA berasal dari Argentina bernama Pablo Augusto (38) dan menetap sementara didaerah Ubud, Gianyar

BULELENG, balipuspanews.com – Seorang warga negara asing (WNA) berasal dari Argentina bernama Pablo Augusto (38) dan menetap sementara didaerah Ubud, Gianyar dikabarkan hilang sejak tanggal (14/11/2020) di Air Terjun Canging, Desa Sambangan, Kecamatan Sukasada.

Dari informasi yang berhasil dihimpun korban bersama keluarga dan kerabat sebanyak kurang lebih 20 orang berkemah ke esokan harinya Minggu (15/11/2020) tepat pukul 14.00 Wita, rombongan yang sudah bersiap-siap meninggalkan lokasi justru korban tidak terlihat ditempat.

Mengetahui hal itu keluarga bersama teman-temannya kemudian melakukan pencarian diseputaran lokasi camping, namun sangat disayangkan korban masih belum juga ditemukan. Setelah tidak mendapat petunjuk jelas orang tua korban kemudian melaporkan kejadian itu kepada pihak pengelola, hingga akhirnya pencarian dilanjutkan oleh Kelompok Darwis, Kepala Desa, Linmas, Babinkamtibmas, Babinsa, Basarnas ditambah anjing pelacak dan beberapa warga Desa Sambangan. Dari hasil pencarian hingga (17/11/2020) korban sudah ditemukan dalam keadaan meninggal dunia

Kanit Reskrim Mapolsek Sukasada IPTU I Dewa Putu Sudiasa yang dikonfirmasi membenarkan terkait peristiwa hilangnya WNA asal Argentina tersebut. Pencarian korban sudah dilakukan sejak Minggu hingga Senin dini hari namun belum ditemukan, kemudian pencarian dilanjutkan Senin Pagi hingga sore masih belum ditemukan tanda-tanda keberadaan korban, akhirnya Selasa pagi (17/11/2020) pihaknya melakukan pencarian kembali bersama Kelompok Darwis, Kepala Desa, Linmas, Babinkamtibmas, Babinsa, Basarnas, dan beberapa warga Desa Sambangan dengan menurunkan anjing pelacak.

Dari informasi keluarga korban bahkan diakui tidak hanya sekarang hilang, namun sebelumnya korban dikatakan pernah mengalami kejadian serupa di Tabanan, akan tetapi saat itu korban yang diduga mengalami depresi akhirnya pulang dengan sendirinya setelah hilang beberapa hari.

“Kami lakukan pencarian dengan menggunakan anjing pelakcak hari ini, Sementara informasi dari keluarga korban mengalami depresi dan pernah mengalami kejadian serupa di tebanan cuma waktu itu korban pulang dengan sendirinya setelah hilang beberapa hari,” jelasnya saat ditemui langsung di Mapolsek Sukasada.

Sementara itu Kordinator Pos Pencarian Dan Pertolongan Basarnas Buleleng Dudi Librana Marjaya mengatakan pada hari Selasa (17/11/2020) pukul 11.55 Wita tim gabungan melakukan pencarian hingga ke arah sungai di dekat perkemahan. Setelah berselang 20 menit, korban akhirnya ditemukan dalam keadaan meninggal dunia.

Jenazahnya mengapung di sungai air terjun Cemara, tak jauh dari lokasi air terjun. Pada pukul 12.40 Wita jenasah dievakuasi menuju parkiran PLTM (Pembangkit Listrik Tenaga Mikro Hydro) Muara. Selanjutnya dibawa ke RSUD Buleleng menggunakan ambulance PMI.

“Korban sudah ditemukan dalam kondisi tak bernyawa, Jenazah sudah dilakukan evakuasi dan langsung di bawa ke RSUD Buleleng menggunakan ambulance PMI,” pungkasnya.

Penulis : Nyoman Darma

Editor : Oka Suryawan