Sempat Hilang, Nelayan Asal Sumberkima Ditemukan Meninggal Dunia

- Advertisement -
- Advertisement -

BULELENG, balipuspanews.com – FQ,21, nelayan asal Banjar Dinas Sumberpao, Desa Sumberkima, Kecamatan Gerokgak, Buleleng akhirnya ditemukan meninggal dunia pada Sabtu (28/12/2024) sekitar pukul 13.30 WITA. Sebelumnya pada Jumat (27/12/2024) korban sempat dinyatakan hilang saat mencari cumi-cumi di perairan Teluk Terima.

Saat dikonfirmasi Minggu (29/12/2024) Kasat Polairud Polres Buleleng, AKP Putu Edy Sukaryawan langsung membenarkan jika korban telah ditemukan dalam kondisi meninggal dunia. Korban ditemukan telah mengambang di sebelah utara lokasi kejadian oleh Tim SAR gabungan yang terdiri dari Anggota Satpolairud Polres Buleleng, Sat Brimob Polda Bali, Batalyon C, Basarnas Pos Buleleng.

“Korban telah ditemukan pada hari Sabtu, 28 Desember 2024 sekitar pukul 13.30 WITA

Pada koordinat -8.135018,114.524464, dalam keadaan meninggal dunia,” ujar AKP Edy.

Setelah ditemukan, jasad korban langsung dilakukan evakuasi dan dibawa ke daratan oleh Tim SAR gabungan. Sesampainya di daratan tepatnya di Pantai Teluk Terima selanjutnya jenazah korban langsung diperiksa tim medis Puskesmas Gerokgak II.

“Proses evakuasi selesai sekitar pukul 14.45 WITA, selanjutnya jenazah langsung dibawa ke rumah duka,” singkat dia.

BACA :  Gubernur Bali Apresiasi Pandangan Fraksi-Fraksi DPRD terhadap Perubahan APBD 2026

Berita sebelumnya seorang nelayan bernama FQ,21, dikabarkan hilang saat mencari cumi-cumi di Perairan Teluk Terima, Desa Sumberkima, Kecamatan Gerokgak, Buleleng, Jumat (27/12/2024) malam.

Menurut informasi dari kepolisian, awalnya nelayan yang beralamat di Banjar Dinas Sumberpao, Desa Sumberkima tersebut pamit untuk mencari cumi-cumi bersama dua orang rekannya. Mereka berangkat pada pukul 15.30 WITA dan membawa alat-alat seperti pelampung dari ban dalam mobil.

Namun sekitar lima jam lamanya mereka beraktivitas mencari cumi-cumi. Sekitar pukul 20.00 WITA angin berhembus cukup kencang dari arah selatan. Korban sempat diajak untuk berlindung, akan tetapi korban tidak menghiraukan.

Selepas itu, korban dan dua rekannya tidak sempat berkomunikasi kembali. Bahkan saat angin sudah mulai tidak kencang, korban justru sudah tidak terlihat lagi. Mendapati kondisi tersebut kedua rekannya lantas menepi lalu melaporkan hal tersebut ke pihak keluarga.

Penulis : Nyoman Darma 

Editor : Oka Suryawan 

Follow Balipuspanews.com untuk mendapatkan informasi terkini. Klik WhatsApp Channel & Google News
RELATED ARTICLES

ADS

- Advertisment -
- Advertisment -

Most Popular