Senin, Februari 26, 2024
BerandaNewsHukum & KriminalSempat Sembunyi di Monumen Cekik, Pelaku Pelemparan Bus Tertangkap

Sempat Sembunyi di Monumen Cekik, Pelaku Pelemparan Bus Tertangkap

JEMBRANA, balipuspanews.com– Aksi pelemparan bus antarkota antar provinsi (AKAP) yang meresahkan terungkap. Tiga orang pelaku pelemparan bus di jalur hutan Taman Nasional Bali Barat (TNBB), Selasa (13/6/2023) berhasil ditangkap.

Tertangkapnya pelaku pelemparan bus itu berawal dari bus AKAP Gunung Harta warna merah DK 7019 GH yang dikemudikan oleh Muhamat Rudi,43, asal Kelurahan Brotonegaran, Kecamatan Ponorogo, Kabupaten Ponorogo, dan alamat sekarang di Desa Meliling Tabanan melaju dari arah utara ke selatan (Gilimanuk ke Denpasar).

Sekitar pukul 04.30 WITA bus tersebut tiba di kawasan hutan TNBB lingkungan Penginuman, Kelurahan Gilimanuk. Sampai di depan Pura Tirta Mpul, tiba-tiba kaca depan bus itu pecah seperti ada yang melempar.

“Karena wajah sopir terkena pecahan kaca, dia mengambil inisiatif untuk memberhentikan bus menepi ke kiri,” ujar Kapolsek Kawasan Pelabuhan Gilimanuk, Kompol Dewa Putu Werdiana.

Setelah berhenti, Yosep, 30, kernet bus asal Kampung Adi Jaya , Kecamatan Negara Batin, Kabupaten, Wai Kanan, Lampung bersama sopir cadangan, Bambang Kristiono, 32, beralamat di Kelurahan Purwodadi, Kecamatan Blimbing, Kota Malang, langsung turun.

BACA :  Bupati Sanjaya Bersama Jajaran Sembahyang Bersama di Pura Luhur Batukau

Saat itu di belakang bus ada pengendara sepeda motor mereka langsung meminjam sepeda motor yang tidak diketahui pemiliknya tersebut untuk mengejar sepeda motor yang diduga dipakai oleh pelaku. Pengejaran sempat dilakukan sampai perbatasan Jembrana-Buleleng, namun tidak ditemukan.

“Akhirnya mereka memutar balik, selanjutnya sampai di Monumen Pertempuran Lintas Laut areal Cekik Yosep melihat tiga orang yakni satu orang dewasa dan dua anak-anak keluar dari areal monumen tersebut,” ungkapnya.

Karna merasa curiga mereka lalu di kejar mengarah ke Gilimanuk dan digiring sampai SPBU Gilimanuk. Karena dilihat Yosep memakai seragam Bus Gunung Harta ketiga orang itu curiga bermaksud putar balik dan hampir menabrak Yosep.

Namun sepeda motor Suzuki Satria DK 1841 WP yang dinaiki ketiga orang itu jatuh dan akhirnya mereka dapat diamankan yang kemudian diserahkan ke Polsek Kawasan Pelabuhan Gilimanuk.

Ketiga orang yang diduga pelaku pelemparan bus itu yakni Ahmad R,27, asal Kampung Madura, Desa Candikusuma, Kecamatan Melaya dan dua orang pelajar yakni RS,16, warga Kampung Madura Desa Candi Kusuma, Kecamatan Melaya, serta AC, 16, asal Banjar Sumbersari, Desa Melaya.

BACA :  Bupati Sanjaya Buka Festival Ogoh-ogoh Singasana 2024, Usung Pelestarian Adat, Seni, dan Budaya Tabanan

Dari hasil interogasi mereka mengakui perbuatanya. Mereka naik sepeda motor Suzuki satria warna Merah Putih DK 2841 WP, yang dikendarai oleh RS dengan membonceng AC dan Ahmad R, berangkat dari Melaya dengan tujuan Pelabuhan Gilimanuk untuk membeli nasi pecel.

AC juga mengaku sebelumnya sempat melempar beberapa kaca bus berwarna kuning di seputaran hutan TNBB wilayah daerah antara Kaltakan sampai Sumber Sari.

“Pelaku merasa kesal karena sebelumnya di serempet oleh bus yang papasan dengan pelaku,” jelasnya.

Kini ketiga pelaku bersama bus Gunung Harta DK 7019 GH sepeda Suzuki Satria DK 2841 WP dan tas selempang untuk wadah batu serta lima buah batu diamankan di Polsek Kawasan Laut Gilimanuk untuk proses selanjutnya.

Penulis: Anom
Editor: Oka Suryawan

RELATED ARTICLES

ADS

spot_img

ADS

- Advertisment -
- Advertisment -

Most Popular