Sempat Terjerat Kasus Skimming, Bule Bulgaria Dideportasi

Petugas imigrasi saat mengantar IDSR untuk dipulangkan ke negara asalnya setelah terjerat kasus skimming dan pembobolan ATM
Petugas imigrasi saat mengantar IDSR untuk dipulangkan ke negara asalnya setelah terjerat kasus skimming dan pembobolan ATM

BULELENG, balipuspanews.com
Seorang warga negara asing (WNA) asal Bulgaria berinisial IDSR dipulangkan ke negaranya setelah menjalani masa hukuman selama 1 tahun 9 bulan di Lapas Kelas IIB Karangasem akibat terjerat kasus Skimming dan pembobolan ATM.

IDSR dipulangkan melalui Bandara Internasional I Gusti Ngurah Rai pada Minggu (25/9/2022) sekitar pukul 00.05 Wita dengan tujuan akhir Sofia, Bulgaria.

Kepala Kantor Imigrasi Kelas Ii TPI Singaraja, Nanang Mustofa membenarkan yang bersangkutan adalah ex-narapidana di Lapas Kelas IIB Karangasem yang telah melanggar melanggar Pasal 363 ayat (1) ke-5 KUHP dan Pasal 46 ayat (1) Jo Pasal 30 ayat (1) UU Nomor 19 Tahun 2016 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik.

Baca Juga :  Anjing Gigit Empat Bocah Positif Rabies, Ratusan HPR Divaksin

Lalu berdasarkan putusan Pengadilan Negeri Denpasar Nomor 493/PID.B/2021/PN DPS yang bersangkutan dihukum pidana penjara selama 1 tahun 9 bulan.

“Dia (IDSR) terjerat kasus skimming dan pembobolan ATM dan harus menjalani hukum pidana penjara selama 1 tahun 9 bulan di Lapas Karangasem,” jelas Nanang saat dikonfirmasi, Senin (26/9/2022).

Nanang menerangkan sebelum dilakukan deportasi riwayat yang bersangkutan datang ke Indonesia sekitar tanggal 21 Desember 2020 menggunakan Visa Kunjungan.

Lalu terjerat kasus skimming dan pembobolan ATM dan pada Jumat (23/9/2022) IDSR dinyatakan selesai menjalani masa tahanan dari Lapas Kelas IIB Karangasem. Kemudian dijemput oleh pihak Imigrasi untuk dilakukan proses lebih lanjut.

Akhirnya setelah diproses berdasarkan Pasal 75 Undang-Undang Nomor 6 Tahun 2011 tentang Keimigrasian, IDSR dikenakan Tindakan Administrasi Keimigrasian (TAK) berupa deportasi dan penangkalan.

Baca Juga :  Ratusan Siswa Diberikan Sosialisasi Berlalu Lintas oleh Polsek Kubu

Dimana orang asing yang dimaksud dalam undang-undang telah melakukan kegiatan berbahaya dan patut diduga membahayakan keamanan dan ketertiban umum atau tidak menghormati atau tidak mentaati peraturan perundang-undangan maka dilakukan proses deportasi.

“Usai dilakukan penjemputan dan diproses lebih lanjut IDSR ini kita lakukan deportasi berdasarkan pasal 75 Undang-Undang Nomor 6 Tahun 2011 tentang Keimigrasian dan sudah dipulangkan hari Minggu kemarin,” pungkasnya.

Penulis: Nyoman Darma

Editor: Oka Suryawan