Minggu, Oktober 25, 2020
Beranda Bali Gianyar Sempat Terputus Akibat Jebol, Akhir Tahun 2020 Ini, Jalan Kemenuh - Sukawati...

Sempat Terputus Akibat Jebol, Akhir Tahun 2020 Ini, Jalan Kemenuh – Sukawati Kembali Bisa Dilewati

GIANYAR, balipuspanews.com – Jalur lalulintas Kemenuh – Sukawati yang terputus akibat jalan jebol, akhir tahun 2020 ini dipastikan kembali bisa dilewati. Ini setelah pengerjaan jalan penghubung sudah dalam proses pemadatan jalan.

Perbekel Desa Kemenuh, Dewa Made Neka, Selasa (22/9/2020) mengatakan, selain sebagai jalur utama Kemenuh – Sukawati, sepanjang jalan juga menyajikan view yang menarik dijadikan obyek wisata.

“Selain viewnya lumayan bagus, juga jalan penghubung ini sangat efektif. Dari segi waktu dari Desa Kemenuh menuju ke Sukawati, 10 menit sudah sampai di Pasar Sukawati. Bila melalui jalanan biasa, maka mungkin membutuhkan waku dua kali lipat,” ujar Neka.

Dalam kesempatan itu, Dewa Neka juga menyampaikan jika dunia pariwisata membaik, pihaknya akan menumbuhkembangkan potensi yang ada dengan bekerjasama pemilik lahan jalur setempat.

Mengingat jalur tersebut merupakan satu arah dengan obyek wisata Air Terjun Tegenungan dan air terjun Kemenuh Kangin.

“Kami berkeinginan menata obyek wisata eks tanah jalan dulu mencoba dengan tiga kepala desa. Yaitu dengan melalui BUMDes kecamatan, untuk sungai itu agar menjadi daya tarik hamparan ambengan rumput,” sambungnya.

Disampaikan kedepan, pihaknya juga akan bekerjasama dengan pemilik tanah mewujudkan rencana tersebut. Tujuannya nanti agar penambang padas bisa dihentikan dan lingkungan di sana betul-betul lestari.

Selain itu pihaknya bisa menggali potensi di sekitar Kemenuh, Sukawati, Batuan, ini akan mendapatkan dampak dari jalan tersebut.

“Daerah tersebut dimiliki tiga desa, Utara Kemenuh, Tengah milik Batuan, dan paling selatan Sukawati,” ungkapnya.

Hal tersebut sudah dikoordinasikan dengan tiga perbekel. Akses tersebut akan dijadikan daya tarik, diharapakan dari nilai proyek, telah dimohonkan kepada bupati untuk dilakukan penataan taman di sekitar lokasi. Selain itu sekitarnya juga bisa dilakukan kerjasama sebagai tempat transit bagi pengendara.

“Menggunakan pola kerjasama dengan pemilik tanah. Ada swing ada sungai Petanu, untuk pelestarian sungai,” terangnya.

Dengan adanya pengembangan perekonomian tersebut, akan dibutuhkan tenaga kerja, akomodasi dan lainnya. Sehingga ada pemeliharaan yang berkelanjutan bagaimana sungai itu bersih.

“Pak Bupati dua tahun lalu sudah merespon hal tersebut. Tetapi kan prosesnya lama memerlukan waktu dan prosedur,” imbuhnya.

Sementara Bupati Gianyar, Made Mahayastra menjelaskan proyek jalan itu sudah siap dilintasi tahun ini. Sampai saat ini prosesnya sudah sampai pemadatan ruas jalan.

“Itu sudah proses pemadatan tinggal pengurugan langsung dihotmik. Tahun ini sudah selesai, tinggal pengurugan agar sama kiri dan kanan,” tandasnya.

PENULIS : Ketut Catur

EDITOR : Oka Suryawan

- Advertisement -

Warga Temukan Orok di Parit Areal Jogging Track Sanur Kauh

SANUR, balipuspanews.com - Penemuan orok membusuk berlangsung di pinggir parit areal jongging track di Jalan Prapat Baris, Sanur Kauh, Denpasar Selatan, Jumat (23/10/2020) sekitar...

Tak Hiraukan Teguran, Pabrik Penyulingan Daun Cengkeh Akhirnya Ditutup Paksa

Sebuah tempat usaha penyulingan daun cengkeh yang berada di Desa Padangbulia, Kecamatan Sukasada ditutup paksa oleh tim Satpol PP Kabupaten Buleleng. Hal itu dilakukan sebab pemilik tempat tidak menghiaraukan teguran petugas, sehingga Pol PP lalu bertindak tegas menutup paksa usaha penyulingan daun cengkeh yang beroperasi dan dianggap menimbulkan polusi udara.
Member of