Advertisement
download aplikasi Balipuspanews di google Playstore

SINGARAJA, balipuspanews.com — Senderan Tukad (sungai) Buleleng tiba-tiba longsor saat perayaan Nyepi kemarin. Lokasi itu persis berada sekitar 15 meter dari bendungan pada sungai tersebut. Akibat senderan longsor, satu bangunan rumah milik warga setempat terancam. Bangunan rumah yang berada persis di diatas senderan yang longsor itu, terancam jatuh ke sungai.

Rumah yang terancam jatuh ke tukad Buleleng itu dihuni oleh pasangan suami istri (pasutri) Made Tirta Yasa (59) dan Ketut Pinarti (51) tinggal di lingkungan Banyuning Barat, Kelurahan Banyuning, Kecamatan/Kabupaten Buleleng.

Pasutri ini pun mengaku hanya bisa pasrah mendapati kenyataan tersebut.

“Saya pasrah saya, mau berbuat apa lagi. Kalau sudah takdir dari tuhan rumah jatuh ke sungai, ya saya hanya bisa pasrah. Saya juga mau lapor, lapornya kemana? Terima saja sudah,” kata Pinarti dengan nada pasrah, Rabu (13/1).

Saat ini keberadaan lokasi rumah pasutri tersebut memang terbilang sudah tidak aman. Pasalnya, jarak rumahnya dengan titik longsornya senderan itu hanya beberapa meter saja.

 

Menurut penuturan Pinarti, kejadian ini terjadi saat Nyepi sekitar pukul 19.00 wita, dimana saat itu air sungai mendadak besar, hingga membuat senderan sungai tingginya sekitar 15 meter dekat rumahnya jebol.

Akibatnya, bagian dapur serta kamar mandi miliknya ikut jebol dan tergerus air.

 

“Karena Nyepi, kami pun tidak bisa berbuat apa. Saat itu, hujan deras, debit sungai meningkat. Sempat ada getaran, sampai akhirnya kamar mandi dan dapur saya ikut amblas ke sungai. Semua peralatan dapur jatuh ke sungai,” ungkapnya.

Dengan kondisi seperti itu, wanita yang telah dikaruniai 7 anak ini, untuk sekedar mandi saja terpaksa dilakukan di sungai. Meski belum mendapatkan penanganan dari pemerintah, Pinarti mengaku tidak merasa takut dan enggan mengungsi, padahal kondisi rumahnya sudah retak-retak.

“Kalau hujan lebat lagi, pasti sudag longsor dan rumah saya sudah pasti ikut tergerus. Tapi itu kan kuasa tuhan saja, saya tidak mau mengungsi. Rumah saya hanya ada satu ini, itu pun pemberian bos,” ujar Pinarti yang menempati rumah itu untuk melakukan bersih-bersih.

Sementara, Kepala Pelaksana (Kalak) Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Buleleng, Ida Bagus Suadnyana mengaku, belum mendapatkan laporan terkait dengan jebolnya senderan di Tukad Buleleng.

 

Menurut rencana pada Kamis (14/3), pihaknya menurunkan tim untuk melakukan pengecekan.

 

“Kalau di aliran sungai itu penanganannya oleh pihak BWS. Tapi nanti akan kami cek dan kami sampaikan kepada BWS,” singkatnya.

Advertisement
Loading...