Giri Prasta selaku ketua tim diberikan panggul (pemukul) kendang, sebagai simbol senjata dalam ‘peperangan’ memenangkan Koster-Ace
Advertisement
download aplikasi Balipuspanews di google Playstore

Badung, balipuspanews.com – Perhelatan menggetarkan nampak terlihat saat dilangsungkan deklarasi kebulatan tekad memenangkan Koster-Ace yang disampaikan 50 Banjar se-Desa Adat Kerobokan, Selasa (6/3) di Lapangan Purna Krida, Kerobokan, Kuta Utara.

Sebuah karya seni tabuh Adi Merdangga dengan kolaborasi fragmen tari ditampilkan ratusan seniman-seniman Kerobokan. Dengan judul Giri Jaya Atitah (Kemenangan Jalan Menuju Kesejahteraan), kemenangan Koster-Ace diyakini akan membawa kesejahteraan untuk masyarakat Bali.

Adalah dua seniman kawakan Badung I Gusti Ngurah Ketut Artawan dan Agus Tumpah mengarap seni kolosal ini. Sebanyak 400 kendang serta 100 penari dan pendukung lainnya, menampilkan kolaborasi yang sangat indah.

Puncaknya saat Giri Prasta selaku ketua tim diberikan panggul (pemukul) kendang, sebagai simbol senjata dalam ‘peperangan’ memenangkan Koster-Ace. Sebuah kendang dalam ukuran besar, kemudian ditabuh berkali-kali oleh Ketua DPC PDI Perjuangan Kabupaten Badung ini, dan diikuti oleh penabuh kendang lainnya. Suara gemuruh gendang membuat suasana makin semarak.

Ada harapan yang besar disampaikan para seniman jika Koster-Ace memimpin Bali. Pelestarian adat, tradisi, seni dan budaya yang menjadi salah satu prioritas Koster-Ace diharapkan bisa benar-benar dilaksanakan. Artawan yang seniman asal Desa Carangsari, Petang ini merasakan perhatian pemerintah, khususnya di Kabupaten Badung kepada para seniman sangat besar.

Bangkitnya kembali lembaga Listibiya di Badung menjadi salah satu tolak ukur. Belum lagi bantuan yang diberikan langsung Pemkab Badung kepada sanggar, kelompok dan komunitas seni di Badung, bisa meningkatkan kreatifitas seni di Kabupaten terkaya di Bali.

“Kami dari seniman berharap jika Koster-Ace memimpin Bali bisa meniru apa yang dilakukan Pemkab Badung kepada para seniman. Memberikan perhatian, fasilitasi, diberikan ruang kreativitas, serta arahan-arahan, sehingga seluruh seniman yang ada di Bali merasa diayomi,”katanya.

Secara pribadi dirinya merasa yakin Koster-Ace akan berbuat banyak untuk dunia seni dan seniman di Bali, mengingat keduanya sama-sama pencinta seni, bahkan Cok Ace sendiri adalah seorang seniman.

“Pak Cok Ace seniman, Ibu Putri Suastini istri Bapak Koster seniman multi talenta, tentu kami sangat yakin perhatiannya kepada dunia seni di Bali akan sangat besar,” ucapnya. (bp)

Advertisement

Tinggalkan Komentar...