Sabtu, Februari 24, 2024
BerandaKarangasemSeniman Recycle Apresiasi Lampu Hijau Pembuatan Ogoh Ogoh Sambut Nyepi Caka 1944

Seniman Recycle Apresiasi Lampu Hijau Pembuatan Ogoh Ogoh Sambut Nyepi Caka 1944

KARANGASEM, balipuspanews.com – Sinyal lampu hijau dari pemerintah Provinsi Bali terkait pembuatan dan pawai ogoh-ogoh dalam menyambut perayaan Hari Raya Nyepi Caka 1944 tahun 2022 ini mendapat apresiasi dari berbagai pihak.

Seperti diutarakan oleh salah seorang seniman recycle (barang bekas) asal Banjar Dinas Menanga Kawan, Desa Menanga, Kecamatan Rendang, Kabupaten Karangasem, I Gusti Lanang Mantra.

Kepada media ini, Jumat (7/1/2022), pria yang akrab disapa Ajik Mantra ini mengaku sangat mengapresiasi lampu hijau dari pemerintah terkait pembuatan dan pawai ogoh-ogoh dalam perayaan nyepi tahun ini.

“Saya pribadi sangat berterimakasih kepada pemerintah, dengan ini maka kreatifitas khususnya anak muda tidak mandeg gara-gara pandemi, namun demikian tentunya kita juga harus tetap mengikuti aturan dan anjuran-anjuran dari Pemerintah dengan tetap mengedepankan protokol kesehatan,” kata seniman yang kerap menampilkan karya seni yang memanfaatkan barang bekas tersebut.

Sebelumnya, Lanang Mantra juga sempat berkolaborasi dengan seka truna-truni membuat ogoh-ogoh ramah lingkungan dengan memanfaatkan barang-barang bekas sebagai bahan utama pembuatan ogoh-ogoh. Hanya saja saat itu, hasil karyanya belum bisa dipentaskan karena keburu terjadi pembatasan akibat Pandemi Covid-19.

BACA :  469 Siswa SMA/SMK di Badung Ikuti Seleksi Paskibraka 2024

Rencananya, apabila semua berjalan dengan baik, ogoh-ogoh dari bahan bekas hasil karya kolaborasi bersama seka truna-truni yang belum sempat dipentaskan tersebut akan ditampilkan kembali pada saat perayaan nyepi tahun ini, tentunya dengan beberapa penyempurnaan dan sejumlah kreasi tambahan yang tentunya akan menarik untuk ditampilkan.

“Sebagai seniman tetep mendukung anjuran pemerintah dimasa Pandemi ini, dilain sisi berkarya tidak boleh mandeg, karena motto Lanang Art, kreatif itu harga mati,” tandasnya.

Penulis : Gede Suartawan

Editor : Oka Suryawan

RELATED ARTICLES

ADS

spot_img

ADS

- Advertisment -
- Advertisment -

Most Popular