Seorang Mahasiswi di Kayu Putih Nekat Akhiri Hidup Dengan Gantung Diri 

Ilustrasi gantung diri 
Ilustrasi gantung diri 

BULELENG, balipuspanews.com – Seorang mahasiswi berinisial Luh S,20, asal Banjar Dinas Panti, Desa Kayu Putih, Kecamatan Sukasada, Buleleng nekat akhir hidup dengan cara gantung diri di kamar mandi rumahnya, pada Selasa (13/7/2021) sekitar pukul 11.30 WITA.

Informasi yang berhasil dihimpun kejadian tersebut diketahui pertama kali oleh adik korban yakni Kadek DS sekitar pukul 11.30 WITA, dimana saat itu saksi yang akan mandi tiba-tiba telah mendapati tubuh korban dengan posisi tergantung menggunakan tali rapiah dengan panjang 3 meter dan berdiameter 1 Centimeter.

Saksi yang terkejut kemudian berteriak meminta tolong kepada warga sekitar rumahnya. Tidak berselang lama, kemudian datang warga yang berjarak kurang lebih 200 meter dari tempat kejadian langsung menurunkan tubuh korban.

Baca Juga :  Ratusan Atlet dari 14 Provinsi di Indonesia Ramaikan Kejuaraan Fin Swimming Antar Pelajar Klungkung Bali Open 2022

“TKP merupakan sebuah kamar mandi ukuran 2×2 centimeter milik korban, ditkp di juga ditemukan sebuah kursi plastik warna coklat yang diduga di pakai tumpuaan sebelum gatung diri,” jelas Kasubag Humas Polres Buleleng Iptu Gede Sumarjaya saat dikonfirmasi Selasa (13/7/2021) petang.

Dari hasil pemeriksaan luar yang dilakukan oleh tim medis terhadap jenazah, korban diperkirakan telah meninggal sekitar 3 jam sebelum ditemukan. Pada bagian tubuh lainnya ditemukan luka bekas jeratan dileher, lebah mayat mulai terlihat, dari hidung keluar ingus, tungkai tangan dan kaki sudah dingin, serta tidak di temukan tanda-tanda kekerasan.

“Dari pemeriksaan medis korban memang dinyatakan murni ciri-ciri gantung diri,” singkatnya.

Selain itu dari keterangan orang tua korban diketahui korban selama kurang lebih seminggu terakhir agak tertutup sehingga pihak orang tua tidak mengetahui permasalahan yang dihadapi oleh korban. Dari peristiwa gantung diri tersebut orang tua korban meminta agar tidak di lakukan proses hukum dan keluarga.

Baca Juga :  Hari Terakhir Pendaftaran Parpol Pemilu 2024, KPU Pastikan Tak Ada Masa Perpanjangan

“Orang tua korban telah menerima pristiwa tersebut sebagai musibah dan tidak menuntut secara hukum, serta menolak untuk dilakukan optopsi terhadap jenasa korban,” tandasnya.

Penulis : Nyoman Darma 

Editor : Oka Suryawan