Sepeda kerangka bambu karya inovasi warga Kubu Karangasem Made Kari
Advertisement
download aplikasi Balipuspanews di google Playstore

Karangasem, balipuspanews.com – Inovasi teknologi anak bangsa kembali muncul ke permukaan. Kali ini berasal dari Made Kari, warga Kubu, Karangasem, Bali yang membuat rangka sepeda gayung mengunakan bambu. Karya pria yang berprofesi sebagai pengerajin bambu itu bahkan sudah mengantongi sertifikat berstandar SNI yang dikeluarkan perusahan Jepang.

Lantas bagaimana ceritanya? Inspirasi muncul ketika Made Kari melihat banyak pohon bambu miliknya tidak termanfaatkan dengan maksimal. Apalagi banyak warga yang tidak lagi mengunakan bambu sebagai bahan bangunan. Hal itu membuat Made Kari berpikir kreatif hingga akhirnya muncul ide membuat rangka sepeda gayung dengan bambu.

” Saya suka menanam bambu, tetapi setelah jadi banyak justru tidak terpakai, untuk bahan bangunan kebanyakan sudah memakai kayu dan beton sehingga bambu menjadi sangat banyak,” ujarnya.

Bak gayung bersambut Made lantas bertemu dengan seorang rekannya asal Bandung sehingga akhirnya tercetuslah ide untuk membuat sepeda berbahan dasar bambu. Sebelum karyanya sempurna seperti saat ini, beberapa kali sempat menemui kendala seperti jenis bambu yang dipergunakan tidak tepat yang menyebabkan bobot sepeda sangat berat.

Setelah kurang lebih setahun melakukan pengembangan, akhirnya barulah sepeda bambu kreasi tangan lokal berhasil diciptakan. Sepeda ini memiliki beberapa kelebihan dari sepeda pada umunya dimana sepeda ini limited dikerjakan secara manual oleh tangan perajin lokal, selain itu, bobot sepeda juga menurut Made sangat ringan dan nyaman digunakan.

Sementara untuk kekuatan dari sepeda ini, para bikers tidak usah hawatir.  Dijamin tanggu  untuk pemakaian normal. Sepeda ini kuat hingga usia puluhan tahun, hanya saja dalam hal ini ketangguhan rangka, bukan pada ban dan komponen lainnya seperti rem dan gir.

“Untuk kekuatan jangan hawatir, sepeda ini tahan hingga puluhan tahun, dapat garansi,” tuturnya.

Jenis bambu yang dipergunakan untuk pembuatan bodi sepeda yakni bambu tali yang sudah melalui proses pengeringan selama kurang lebih 5 bulan. Selain itu, untuk bagian yang kecil – kecilnya, Kari menggunakan bambu jenis bambu bangkok bahkan untuk tali penyambungnya memakai tali rami yang khusus didatangkan dari Surabaya sementara untuk lem dirinya mempergunakan epoksi.

Untuk diketahui, sepeda buatan Made Kari juga sudah mengantongi setifikat standar SNI dan standar jepang. Tidak sampai disana, karyanya tersebut juga sempat dipamerkan di Jakarta. Untuk menjamin kualitas, bersama 11 orang pekerja lokal pengerjaan sepeda dilakukan sangat detail, satu mili saja meleset dari ukuran standar maka akan dibongkar dan dirakit ulang.

Bagi yang berminat, tidak usah hawatir, kapasitas muatan serta ukuran sepeda bisa disesuaikan dengan sipemakai sehingga sepeda bisa nyaman dipergunakan. Sementra untuk sepeda standar maksimal beban yang bisa ditaham lebih dari 110 kilogram. Untuk harga satu buah karya limited edition tersebut dibandrol dengan harga Rp. 8 juta saja.

Meski terbilang unik, kreasi kerajinannya tersebut belum begitu berkembang luas, selama ini diakui Kari kendala utama dalam usahanya tersebut yakni dibidang modal dan promosi. Dirinya berharap, agar pemerintah dalam hal ini ikut membantu mempromisikan hasil karyanya itu.

Kedepan, Kari mengaku akan terus berinovasi untuk lebih menyempurnakan lagi hasil karyanya tersebut, dimana pada bagian tertentu seperti ruji serta pedal akan memakai bambu sebagai bahan dasarnya.

“Saat ini, tempat minuman, tempat ponsel dan helm sudah kita buat dari bambu,” tandasnya. ( igs)

Tinggalkan Komentar...