Ketua DPRD Anak Agung Gde Anom
Ketua DPRD Anak Agung Gde Anom

KLUNGKUNG, balipuspanews.com – Ketua DPRD Anak Agung Gde Anom mengkritisi aparat desa termasuk Perbekel I Wayan Sujati yang tak menghadiri HUT ST Maha Putra Satria Dalem Puri Akah, yang ke-28 yang bertempat di Bencingah Puri Akah, Kabupaten Klungkung, Sabtu (15/02/2020) kemarin.

“Perangkat desa dinas di undang tidak hadir karena memandang sebelah mata sekeha atau kelomook pemuda yang ada di Desa Akah, terutamanya sikap dari perbekel desa Akah yang sudah berani membuat suatu siklus perbedaan tentang arti adanya pemuda yang ada di desa,” kata Ketua DPRD Anak Agung Gde Anom dalam keterangannya pada hari Minggu (16/2/2020)

Peran pemuda ini, kata Gung Anom sangat luar biasa.

“Sedangkan kemarin kalau engak ada yang namanya sekeha terune Nahabputra Puri Akah yang membantu Perbekel yang ada sekarang ini, tidak mungkin perbekel ini terpilih,” ujarnya.

Lebih jauh dijelaskan kalau memang dia tidak bisa hadir semestinya diwakili perangkatnya.

“Kan ada sekdes atau yang lainnya semestinya ada mewakili, ini sama sekali engak ada,” ujarnya.

Seperti diketahui Hut ST Maha Putra Satria Dalem Puri Akah yang ke 28 kali ini mempunyai tema. “It’s Time to Revolution”, yang mana tema ini mempunyai tujuan untuk Pengurus serta generasi milenial nantinya agar lebih berani lagi mengambil jalan perubahan untuk majunya sekaa teruna yg tercinta untuk tetap berani merevolusi sistem dan kebijakan organisasi agar lebih seiring dengan perkembangan era digital 4.0 yang menuntut kita seiring dengan program nasional pemerintah tanpa meninggalkan dasar agama, adat, budaya dan dresta di Puri Akah.

Dalam perayaan HUT ST Maha Putra Satria Dalem Puri Akah yang di rangkaian dengan pelantikan kepengurusan baru masa bakti 2020-2022 yang dimana dengan kepengurusan baru yg memimpin sekaa teruna ini diharapkan agar tetap memberikan perubahan yg tetap positif di tahun ini maupun selanjutnya. (Art/BPN/tim)