Jalan lengang di Bali
Jalan lengang di Bali

DENPASAR, balipuspanews.com – Seorang warga Desa Adat Gelgel, Dr Rudy Susanta menulis sepucuk surat kepada Gubernur Bali, Wayan Koster soal mengusulkan agar perayaan hari Raya Nyepi Diperpanjang 14 hari lagi.

” Salam sehat buat pak Gubernur, kasus covid-19 semakin hari semakin bertambah jumlahnya, disatu sisi ketaatan masyarakat kita untuk tinggal di rumah masih kurang,” kata Dr Rudy Susanta mengawali tulisannya.

“Saya tidak menyalahkan masyarakarat kita, mengingat urusan perut, mereka harus makan. Tapi saya masih optimis dengan Bali, dimana kita punya banjar, kita punya gotong royong, kita punya LPD. Usul saya, perpanjang Nyepi menjadi 14 hari dengan sangsi yang ketat. Bagaimana makan warga yang bekerja harian??? Kita masih ingat saat bencana gunung agung, banjar menjadi dapur umum, beras dan kebutuhan pokok berasal dari sumbangan masyarakat,” sambungnya.

Bagaimana kalau bencana Covid-19 ini kita buat mirip seperti itu,(manfaatkan banjar sebagai posko tempat penerima logistik, dan sumbangan warga diarahkan ke masing-masing banjar) Bapak tutup Bali selama 14 hari, kalau ada yang masuk Bali agar bersedia di karantina dulu selama 14 hari, gandeng lembaga adat untuk membuktikan bahwa orang bali sangat penurut kepada pemimpinnya, buktikan bahwa orang bali masih punya rasa gotong royong yang tinggi, kita buktikan kepada dunia bahwa kita serius menangani covid-19 ini.

Andai pemerintah kekurangan dana, mari kita kumpulkan pengusaha, PNS atau relawan untuk menyumbang kebutuhan pokok utk 14 hari. Kita semua tidak boleh mengeluh, oleh karena kita sedang dalam keprihatinan. Jujur kami sebagai dokter sangat prihatin, ditengah-tengah lonjakan kasus ini.

Jangan sampai respon kita terlambat dalam mencegah penularan. Dalam hal menyumbang mari kita bersatu padu, tapi Dalam memutus rantai penularan Covid-19 ini mari menjaga jarak dan diam dirumah aja, kami yakin apabila kebijakan ini yang bapak ambil. Sebagian besar masyarakat akan setuju.

“INI BUKAN LOCKDOWN*, tapi Nyepi 14 hari,” ujarnya

Tutup pasar, dan toko, tutup akses masuk bali, jadikan banjar sebagai tempat logistik umum (semua sumbangan tujukan ke banjar masing-masing). ..

“Kanggoang atau terima saja yang penting cukup makan dulu, kebutuhan lain pikirkan setelah kondisi stabil” Berikan kelonggaran dibank utk saudara kita yang punya hutang selama bencana ini. Dengan tekad yang kuat, saya yakin kita bisa keluar dari masalah ini. Maaf kalau ada yg tidak berkenan, dan tulisan saya pasti akan menumbulkan pro kontra, semakin cepat covid-19 ini bisa kita tangani, semakin cepat pula kita bisa bangkit membangun Bali. Semakin lambat kita bergerak semakin cepat virusnya berkembang di masyarakat, dan ini akan merugikan Bali yg bergantung dari pariwisata,” jelasnya.

“Tulisan ini saya buat,ok kecintaan saya pada Bali khususnya dan Indonesia umumnya. Rahajeng warsa anyar saka 1942, semoga bencana ini segera berakhir. Svaha. Mohon bantu sampaikan ke pak gubernur, bagi yg punya akses,atau bantu share nggih. Suksma. Semoga pikiran baik datang dari segala arah penjuru mata angin,” kata I Nyoman Rudi Susantha. (Art/BPN/tim)