Minggu, Mei 19, 2024
BerandaNasionalJakartaSerangan Siber dari Luar dan Dalam Negeri, Keamanan Data Harus Diperhatikan

Serangan Siber dari Luar dan Dalam Negeri, Keamanan Data Harus Diperhatikan

JAKARTA, balipuspanews.com – Indonesia menjadi target serangan siber nomor empat di dunia setelah Mongolia, Nepal dan Georgia. Sedangkan serangan siber di dunia mencapai puluhan ribu per detik atau bila dirata-rata serangan siber ke berbagai negara mencapai sekitar 8 juta per hari.

“Adapun rekor tertinggi dunia mencapai 300 juta serangan dalam sehari pada Maret 2019,” kata mantan Menteri Komunikasi dan Informatika Rudiantara dalam diskusi Gelora Talk dengan tema ‘Keamanan Nasional di Era Digital’ di Gelora Media Center, Patra Kuningan, Jakarta, Sabtu (29/5/2021).

Rudiantara menjelaskan pengguna internet di Indonesia hampir sama besarnya dengan pengguna telepon genggam, yakni sekitar 180 juta orang.

“Selain serangan siber dari luar negeri, ada juga serangan yang berasal dari dalam. Sehingga, keamanan dan integritas data institusi harus benar-benar diperhatikan,” ujarnya.

Di era yang segalanya serba digital, Rudiantara mengungkapkan Kementerian Kominfo yang dipimpinnya di era pertama pemerintahan Presiden Joko Widodo (Jokowi), pihaknya seringkali harus melakukan klarifikasi kepada publik atas serangan siber.

BACA :  Wabup Suiasa Buka Acara Sosialisasi Pembentukan Desa Getting To Zero di Kecamatan Mengwi

Untuk menjelaskan kepada publik, kata Rudiantara, media cetak terutama koran masih menduduki posisi pertama yang dipercaya oleh publik untuk menjelaskan kepada publik atas dampak dari serangan siber tersebut.

“Berikutnya adalah layanan pesan pendek atau SMS, dibandingkan dengan pesan yang disampaikan melalui aplikasi perpesanan lain. Kemudian barulah media televisi,” tandasnya.

Sedangkan media sosial dinilai publik masih tidak dipercaya, karena konten di media sosial masih banyak ditemukan konten hoaks.

Pembicara lainnya, Pakar Keamanan dan Intelijen Andi Wijayanto mengatakan, kualitas pengamanan siber Finlandia, Estonia dan Singapura adalah yang terbaik di dunia.

“Sementara Indonesia berada di posisi 50-an. Untuk itu, hal pertama yang harus dilakukan adalah menutup kerawanan yang mungkin timbul,” tegas Andi yang juga mantan Sekretaris Kabinet (Seskab) di era pertama pemerintahan Presiden Jokowi ini.

Lebih jauh, Andi mengatakan kesadaran untuk mengamankan gawai yang dimiliki, menjadi hal yang paling dasar untuk dilakukan. Apalagi, belum semua entitas teknologi yang memuat data pribadi, belum memiliki standar keamanan yang sama.

BACA :  Mendagri Minta Kepala Daerah Segera Salurkan Anggaran Pilkada Serentak 2024

“Entitas seperti perbankan adalah termasuk yang menggunakan data pribadi kita. Sayangnya, kita termasuk yang jarang untuk mau membaca syarat dan ketentuan yang berlaku serta asal main tanda tangan,” ucap Andi Wijayanto.

Pada tataran negara, ia menekankan infrastruktur menjadi sangat penting dalam menjaga keamanan negara dari serangan siber. Sehingga apabila ada intercept dari pihak luar atas keamanan negara yang berkaitan dengan keamanan nasional, akan diketahui di bagian mana yang bermasalah.

“Kerawanan yang paling puncak adalah kerawanan politik. Karena sampai hari ini belum ada perlindungan data pribadi. Sampai hari ini, kita juga belum punya UU Keamanan Siber UU ITE perlu direvisi,” imbuhnya.

Di tempat yang sama, Ketua Umum Partai Gelora Indonesia Anis Matta meminta sistem dan strategi pertahanan Indonesia harus direformasi besar-besaran. Apalagi, tidak ada satupun negara yang bisa mengatakan bahwa negaranya 100 persen aman dari serangan.

“Di era digital ini, negara seperti rumah kaca. Sehingga, penduduk di suatu negara seperti berada di aquarium dan negara lain bisa melihatnya,” ungkapnya.

BACA :  Overstay, Bule Belanda Dideportasi Imigrasi

Namun, serangan siber itu belum tentu dilakukan oleh negara asing. Karena, bisa saja serangan itu dilakukan oleh warga negaranya, namun karena tidak bisa dilakukan secara legal, maka menggunakan bantuan ‘setan’ dari negara lain.

Penulis : Hardianto

Editor : Oka Suryawan

RELATED ARTICLES

ADS

- Advertisment -
- Advertisment -
TS Poll - Loading poll ...

Most Popular