Dirjen peternakan dan kesehatan hewan (tengah) didampingi Presiden Direktur PT Charoen Pokphand saat memotong pita RPHU.
Dirjen peternakan dan kesehatan hewan (tengah) didampingi Presiden Direktur PT Charoen Pokphand saat memotong pita RPHU.
sewa motor matic murah dibali

TABANAN,  balipuspanews. com – Presiden Direktur PT Charoen Pokphand Indonesia Thomas Effendy mengatakan, Peresmian rumah potong hewan unggas ini sudah bersifat modern. Memiliki latar belakang, pada tahun 1972 di Jakarta, CP tumbuh berkembang bersama mengikuti tuntutan permintaan. Berangkat dari itu, dirinya mengajak masyarakat mengembangkan usaha dibidang unggas.

Seiring berjalannya waktu, minat masyarakat sangat baik, permintaan anak ayam pesat sekali, di Tanggerang, Banten, tidak memungkinkan untuk melakukan import.

Disebut Thomas, dari awal berdirinya CP ini sudah diawal melakukan investasi berupa alat yang sudah modern. Kedepan tinggal membuka atau menggarap market yang sudah ada.

Melihat wisatawan asing dan domestik begiru luar biasa datang ke Bali, dari ini diharapkan PT Charoen Pokphand mampu berkontribusi dengan suatu produk ayam yang dihasilkan higenis dan halal yang diproduksi secara modern.

“Kita punya ruang penyimpanan, kalau ada suply yang banyak kita simpan dulu. Agar harga tetap stabil,” jelasnya, Selasa (9/7) usai peresmian yang dihadiri Dirjen Peternakan dan Kesehatan Hewan dan Gubernur Bali yang diwakili oleh Kepala Dinas Peternakan Provinsi Bali.

Thomas menuturkan, terkait kerjasama dengan peternak dirinya melakukan hubungan kemitraan dengan peternak yang ada di Bali, dirinya tidak mempunyai peternak sendiri, hanya melakukan kemitraan.

” Kita yang membimbing kepada peternak selanjutnya kita yang beli ayamnya,” imbuhnya.

Terkait kebutuhan dan persediaan daging ayam di Bali, Bali sudah cukup, tidak perlu mendatangkan dari luar.

Disamping itu, dirinya juga menetapkan kepada peternak untuk perlu ada standarisasi budidaya. Jika input sendiri kurang benar maka outputnya juga kurang benar.

Diatas lahan 3 hektar, PT Charoen Pokphand Indonesia mampu menyerap 300 orang pekerja untuk 2 shif. Dengan mengajak sekitar 800 peternak yang diajak bermitra.

Thomas menuturkan pengawasan penting dilakukan, disini nantinya setiap tahun akan ada audit dari departemen peternakan maupun dari halal, semua akan ada dokumentasi, siap diaudit.

Indonesia, lanjut Tomas, merupakan negara swasembada daging ayam dan telur. “Tugas kita meningkatkan pengelolaam agar dapat mensejahterakan masyarakat,” tandasnya. (bud/bpn/tim).