Dra Ni Wayan Giri Adnyani A Msi Deputi Pengembangan industri dan Kelembagaan Kementrian Pariwisata dan Direktur Politeknik Pariwisata Bali, Ida Bagus Putu Puja
sewa motor matic murah dibali

NUSA DUA, balipuspanews. com – Serapan tenaga lulusan Perguruan Tinggi Negeri Pariwisata dibawah kementrian Pariwisata dalam hal ini Polteknik Pariwisata Bali yang dikenal Sekolah Tinggi Pariwisata sangat tinggi.

“Berdasarkan data 6 bulan setelah wisuda semua tamatan tertampung di dunia keria, ” kata Dra Ni Wayan Giri Adnyani A Msi Deputi Pengembangan industri dan Kelembagaan Kementrian Pariwisata usai wisuda Wisuda XXV sekolah yang semula bernama Sekolah Tinggi Pariwisata di Westin Resort Nusa Dua, Bali.

Apalagi saat ini, kementrian membangun destinasi destinasi baru diluar Bali, hal ini menjadikan peluang tamatan sekolah pariwisata semakin tinggi dalam mendapatkan kerja.

“Saat ini pengembangan kurikulum yang mengarah membangun usaha kerja sendiri juga mulai dilakukan di sekolah, ” ungkapnya.

Seperti disampaikan Direktur Politeknik Pariwisata Bali, Ida Bagus Putu Puja lembaga pendidikan tinggi pariwisata yang semula bemama SekoIah Tinggi Pariwisata (STP) Nusa Dua Bali ini mewisuda 541 orang lulusan dari 10 program studi jenjang 51, D4, dan DB.

Wisuda XXV istimewa karena wisuda ini merupakan yang pertama digelar setelah lembaga ini beralih status menjadi Politeknik.

Menurutnya alih status Iembaga ST P Nusa Dua Bali menjadi Politeknik Pariwisata Bali diresmikan melalui terbitnya Peraturan Menteri Pariwisata Republik Indonesia Nomor 13 Tahun 2019 tentang Organised dan Tata Kerja Politeknlk Pariwisata Bali“.

Peralihan status ini telah mendapat persetujuan dan‘ Menteri Pendayagunaan dan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (MenpanRB) berdasarkan surat Nomor 8/87ZIM-KT.01I2019 tanggal 23 September 2019.

Lebih jauh disampaikan menyampaikan terjadi peningkatan rata-rata Indeks Prestasl Kumulatif (IPK) yang dapat dicapai oleh wisudawan.

Pada Wisuda XXV rata-rata IPK yang telah dicapai oleh lulusan adalah 3,56. Angka ini naik dari capaian Wisuda XXIV (2018) yaitu 3,50. IPK tertinggi diraih oleh Pande Putu Wulandari dari Program Studi Manajemen Kepariwisataan (MKP) dengan IPK 3,90. Peningkatan capaian IPK diharapkan berbanding lurus dengan peningkatan serapan lulusan dalam dunia kerja.

Dan jumlah total wisudawan, 122 orang (22,5596) memiliki masa tunggu serapan 0 bulan, yang berarti telah bekerja sebelum menyelsaikan studi.

Selain itu 35 orang (6,48%) telah memiliki usaha sendiri (mterprmeur). Ditargetkan dalam waktu paling lama 6 bulan setelah wisuda 100 persen wisudawan telah terserap di dunia kerja.

Direktur Poltekpar Bali meyakini target serapan lulusan akan tercapai karena Poltekpar Bali menerapkan kurikulum yang sesuai dengan tuntutan industri terkini.

Sebagai ni|ai tambah, lulusan telah dibekali sertifikat kompetensi yang relevan. Poltekpar Bali juga te|ah melengkapi kurikulumnya dengan program-program yang dapat memberikan keterampilan berwirausaha untuk lulusannya. Dengan keterampllan berwirausaha lulusan Poltekpar Bali“ memiliki daya saing lebih karena tidak hanya mengandalkan rekrutmen tenaga kerja pada perusahaan namun juga dapat membuka lapangan kerja untuk dirinya sendiri dan masyarakat.

Lebih lanjut dalan peningkatan mutu lulusan, saat lni Poltekpar Bali telah menjalin ken’asama dengan Victoria University melaksanakan program Associate Degree of Hospitality Management and Advanc‘ Diploma.

Melalui program ini, 7 orang mahasiswa Poltekpar Bali telah berangkat ke Austrati untuk menjaIani program Credit Earnings selama 1,5 tahun, setelah sebelumnya menjalm pembelajaran dl Poltekpar Bali selama 1,5 tahun untuk D3 dan 2,5 tahun untuk D4.

Selama pembelajaran formal, mahasiswa juga mernperoleh pengalaman caning di Australia setama bulan. Mahasiswa akan memperoleh 2 uazah, yakni ijazah Poltekpar Bali dan ijazah \ncto: University setelah berhasil menyelaaikan program. Program in! diharapkan dan meningkatkan kualitas dan daya saing lulusan Poltekpar Bali. (art/bpn/tim)