Gubernur Bali I Wayan Koster
Gubernur Bali I Wayan Koster
sewa motor matic murah dibali

DENPASAR, balipuspanews.com- Setelah keluar Pergub nomor 97 tahun 2018 tentang Pembatasan Timbulan Sampah Plastik Sekali Pakai, kembali Gubernur Bali merancang regulasi berupa Peraturan Gubernur (Pergub) tentang pengelolaan sampah di sumbernya.

Sudah presentasi empat kali, lagi satu kali kami minta untuk dimatangkan dan dibuatkan forum diskusi.

Dalam waktu dekat  akan dibawa ke Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) untuk difasilitasi. Kata Gubernur Bali I Wayan Koster, usai jumpa pers di Rumah Jabatan Jaya Sabha Utama tentang gugatan ADUPI yang ditolak MA terkait  Pergub No 97.

Disebut Koster, melalui Pergub tentang pengelolaan sampah, sampah yang dihasilkan dari berbagai sumber seperti industri, rumah sakit, sekolah, pasar, kelompok masyarakat, nanti siapa yang menghasilkan sampah dia yang langsung mengelola.

Dalam Pergub ini nantinya akan dibuatkan aturan, standar operasional prosedur (SOP), insentif, dan disintentifnya. Seperti di sekolah nanti akan dibuatkan cara, siapa yang mengumpulkan sampah akan ditabung, dan akan mendapat uang.

“Seperti ada satu lembaga di Bangli, itu bagus sekali, dari sampah yang jorok dikelola bisa menghasilkan uang, bisa menjadi nilai ekonomi,” jelasnya Kamis (11/7).

Tak hanya dilakukan di Kota saja, kebijakan ini akan berlaku bertingkat, mulai dari tingkat Banjar, Desa, Kecamatan, akan dibuat fasilitas untuk pengelolaannya, sekaligus dipilah antara sampah organik dan non organik akan dibuatkan tempatnya. Hal lain juga diperhatikan terkait tata cara memilah sampah yang bisa didaur ulang, memilah sampah residu yang harus dibawa ke TPA.

“Ini bayangan saya kalau ini jalan, sampah ke TPA sangat sedikit. Sebagian besar akan terkelola,” ujarnya meyakinkan.

Lebih jauh Koster menyebut pengelolaan terkait sampah di TPA Suung, juga sudah berjalan dan sedang ditangani oleh Menkomaritim beserta jajaran. Sedang ada proses untuk penyelesaiannya.

Disamping itu, Gubernur juga akan memberikan insentif bagi desa yang mampu mengelola sampah dengan baik dan menjadi desa bersih.

“Pemberian insentif ini nantinya agar desa-desa berlomba-lomba mengelola sampahnya dan membersihkan desanya masing-masing,” tandasnya. (bud/bpn/tim).