Jumat, Juni 14, 2024
BerandaKlungkungSerobot "Sesari" Di Pantai Pura Goa lawah Dihukum Bersih - Bersih

Serobot “Sesari” Di Pantai Pura Goa lawah Dihukum Bersih – Bersih

SEMARAPURA, balipuspanews.com- Prajuru Pura Goa Lawah, Desa Pesinggahan, Dawan, Klungkung I Putu Juliadi secara khusus menindak belasan anak pantai di pesisir pantai setempat. Hal ini untuk menindaklanjuti keluhan pemedek, yang merasa terganggu dengan aktivitas anak pantai tersebut ketika melaksanakan upacara keagamaan di Pantai Goa Lawah,Desa Pesinggahan, Dawan,KLungkung.

Dihubungi Jumat(7/6) Putu Juliadi menjelaskan, belasan anak-anak yang mereka bina tersebut ,karena anak anak tersebut selama ini menjadi keluhan oleh para pemedek yang tangkil di Pura Goa Lawah. Dimana para pemedek sebelum melakukan persembahyangan di Pura Goa Lawah mereka selalu melakukan ritual menghaturkan sesajen dipinggir Pantai Goa Lawah.

Namun sayang nya belum usai mereka melakukan persembahyangan ,sesajen yang berisi sesari antara 5 sampai 20 Ribuan tersebut mereka sudah keburu diserobot anak anak pantai yang bergerombol sengaja menunggu pemedek menghaturkan wewantenannya.

Oleh Prajuru Putu Juliadi diakuinya bahwa anak anak yang melakukan penyerobotan yang dikeluhkan pemedek tersebut , merupakan warga lokal. Mereka kerap berebut sesari, ketika pemedek melakukan upacara di pesisir pantai Goa Lawah.

BACA :  Kabupaten Klungkung Naik ke Peringkat Lima di Porjar Bali 2024

” Mereka anak pantai. Sudah kami kumpulkan dan langsung kami bina agar aktivitas mereka tidak meresahkan pemedek,” ungkap Putu Juliadi pada media.

Untuk menertibkan ulah mereka Putu Juliadi secara sengaja mendatangi mereka untuk menegur serta dilakukan pembinaan kilat. Setelah dilakukan pembinaan, nantinya para anak-anak ini akan ditertibkan. Sehingga keberadaan mereka tidak dikeluhkan lagi oleh para pemedek yang tangkil ke Pura Goa Lawah ini. Diakuinya selama ini anak anak tersebut dianggap membuat pemedek kurang nyaman dalam melaksanakan upacara

” Mereka berebut sesari, tentu hal ini membuat pemedek kurang nyaman. Saat kejadian yang viral di medsos itu, kebetulan tidak ada pecalang. Keluhan sudah kami tindaklanjuti, semua sudah kami bina dan mereka berjanji tidak akan mengulangi hal seperti itu,” jelas Putu Juliadi tegas seperti Guru menertibkan muridnya.

Tidak cukup sampai disitu saja pembinaan yang dilakukannya ,sebagai hukuman yang sifatnya mendidik ,anak-anak itu diminta melakukan kegiatan bersih-bersih di Pantai Goa Lawah. Meskipun keberadaannya kerap dikeluhkan, namun anak-anak pantai itu sering menyelamatkan pemedek ketika ada yang terseret arus dan tenggelam saat pemedek melakukan ritual melukat maupun ngaturang pekelem.

BACA :  Dewan Klungkung Rekomendasikan Dinas Pariwisata Agar Benahi Pungutan Retribusi Wisatawan di Nusa Penida

” Kelakuan negatifnya inilah kami bina agar nantinya dijaga dan diawasi pecalang dan membuat nyaman jalannya yadnya. Semoga umat labda karya,”pungkas Putu Juliadi,seraya mengingatkan anak anak tersebut. (Roni/ bpn/tim) .

RELATED ARTICLES

ADS

- Advertisment -
- Advertisment -

Most Popular