Setelah Menata Adat dan Budaya, 2021 Gubernur Fokus Menata Sektor Perekonomian Bali

Gubernur Bali Wayan Koster (tengah)
Gubernur Bali Wayan Koster (tengah)

DENPASAR, balipusanews.com – Setelah 2 tahun kepemimpinan Gubernur Bali Wayan Koster yang selama ini fokus terhadap bidang Adat dan Budaya dengan kebijakan barunya berupa Pergub dan Perda yang pro rakyat, tahun 2021 Gubernur akan lebih fokus menata sektor perekonomian Bali.

Salah satunya dengan menyeimbangkan struktur perekonomian Bali yang saat ini masih didominasi oleh sektor pariwisata.

Pernyataan ini disampaikan Gubernur Koster saat memberi sambutan pada acara High Level Meeting (HLM) dengan tema ‘Neraca Pangan dan Kerja Sama Antar-Daerah Provinsi Bali’, di ruang rapat Gedung Gajah Jayasabha Denpasar, Kamis (17/12).

“Tahun 2021 saya akan mulai [menata ekonomi Bali-red]. Dua tahun ini masih ‘concern’ adat, budaya dan lingkungan,” ujarnya, menjelaskan.

Meski belum secara langsung menyasar ekonomi, sejumlah kebijakan yang dibuat Gubernur Koster sudah berdampak terhadap ekonomi Bali. Misalnya Pergub busana adat yang berdampak terhadap UMKM penghasil busana Bali, kemudian arak, aksara hingga kebijakan di bidang lingkungan yang menghasilkan inovasi pipet dan tas alami di masyarakat.

“Dalam kebijakan saya di bidang pangan adalah Bali menuju kedaulatan pangan dan harus ada neraca pangan Bali,” kata Gubernur Koster yang juga seorang akademisi ini.

Menurutnya, pemerintah harus mengetahui jumlah konsumsi, produksi, asal komoditas, transportasi, dan harga kebutuhan pokok di Bali.

Oleh sebab itu, Gubernur berharap semua kepala daerah di Bali memahami ekosistem perekonomian di Bali, sehingga upaya menciptakan kedaulatan pangan bisa dilaksanakan mulai dari level mikro hingga level makro.

Gubernur menilai capaian ekonomi Bali selama ini masih terjadi secara alamiah. Ke depan mantan anggota DPR RI tiga periode ini menyiapkan sejumlah desain pembangunan ekonomi yang akan membangkitkan sekaligus memberikan pemerataan ekonomi Bali.

“Yang saya bikin sejak awal adalah ekosistem ekonomi. [Tahun-red] 2021 kita akan mulai [menata sektor-red] ekonomi. Menata fundamental dan struktur perekonomian Bali. Pariwisata, pertanian dengan kelautan beserta industrinya,” ujar Gubernur Koster.

Menurut Gubernur Koster, ketimpangan dalam struktur perekonomian Bali perlu diperbaiki. Kontribusi pariwisata terhadap PDRB Bali mencapai 52 persen, jauh meninggalkan sektor pertanian dan kelautan.

Gubernur menyebutkan, nantinya pariwisata, pertanian kelautan dan industri akan menjadi lebih berimbang.

“Lebih berimbang dalam proporsi bukan pada nominal,” ucapnya.

Seiring dengan itu, lanjut dia, pariwisata tetap harus maju dan memberikan kontribusi devisa yang besar secara nominal. Namun secara persentase menjadi lebih berimbang dengan sektor lainnya. Caranya, dengan meningkatkan sektor pertanian kelautan dan industri. Dengan komposisi yang lebih berimbang, maka ekonomi Bali menjadi lebih sehat, katanya.

“Sehingga nanti kalau pariwisatanya terganggu, tidak lagi kelabakan,” ujar Ketua DPD PDI Perjuangan Provinsi Bali ini.

Tampak hadir pada kesempatan itu, Kepala Bank Indonesia Perwakilan Bali Trisno Nugroho, Sekretaris Daerah Provinsi Bali Dewa Made Indra, Bupati Klungkung Nyoman Suwirta serta perwakilan Bupati/Wali Kota se-Bali dan instansi terkait lainnya.

Penulis/Editor : Budiarta/Oka Suryawan